SUKABUMIUPDATE.com - Mantan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan mengunjungi Pondok Pesantren Assobariyyah Kota Sukabumi, Senin (1/1/2018). Ia meminta doa restu pada ulama untuk kelancaran Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.
Mengenakan koko dan peci putih, Anton tiba di Ponpes Assobariyyah bersama mantan Sekda Kota Sukabumi Hanafie Zain. Mereka diterima Pimpinan Ponpes Assobariyyah, Kyai Ahmad Nawawi Sadili.
BACA JUGA:Â Marwan Hamami: Doakan Deddy Mizwar Jadi Gubernur Jawa Barat
"Doakan saja agar bisa menjadi salah satu kandidat terpilih dari PDIP," ujar Anton di sela kunjungannya di Ponpes yang berada di Jalan RA Kosasih, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi itu.
Nama Anton termasuk sebagai salah satu kandidat bakal calon gubernur Jabar dari PDIP. Anton masih menunggu pengumuman resmi dari pengurus partai berlambang kepala banteng itu.
"Kita lihat saja pengumuman resmi yang akan disampaikan PDIP. Mungkin awal bulan ini," tutur Anton.
Anton menjelaskan, dorongan untuk ikut kontestasi Pilgub Jawa Barat bukan berasal dari keinginan pribadinya. Ada dorongan berbagai kalangan masyarakat. Baik ulama, budayawan, ormas, cendikiawan dan lainnya.
"Ini mengalir begitu saja, seperti suratan garis tangan saya. Makanya saya minta doa restu karena ini amanah," kata pria yang masih menjabat Wakil Kepala Lemdiklat Polri ini.
"Kalau amanah dan kepercayaan masyarakat dan partai tidak dilaksanakan, ya dosa," tambah Anton.
Anton mengakut ingin memberikan contoh Pilkada yang demokratis. Pilkada yang bersih dari tindakan saling menghujat, fitnah, dan saling menjelekan.
"Jika tidak demikian maka nanti akan muncul stigma demokrasi di Indonesia penuh dengan hoax, fitnah, penuh dengan menjelekan satu sama lain," kata Anton.
BACA JUGA:Â DPP PPP Dorong Ima Slamet Maju di Pilkada Kota Sukabumi
Selain memohon doa restu kepada ulama, Anton juga mengunjungi Masjid Almuttaqin Secapa Polri, di Jalan Bhayangkara. Ia mengaku punya kenangan tersendiri dengan masjid tersebut.
"Dulu saya ketua pembangunan Masjid Almuttaqin dan perjuangannya luar biasa. Kangen, kalau ke Sukabumi pasti saya selalu menyempatkan diri ke sini untuk Salat berjamaah," tutur Anton.
