Produktivitas Padi di Kota Sukabumi Hanya Cukup untuk Tiga Bulan

Jumat 23 Des 2016, 21:52 WIB
Produktivitas Padi di Kota Sukabumi Hanya Cukup untuk Tiga Bulan

SUKABUMIUPDATE.COM - Produktivitas padi di Kota Sukabumi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan. Meskipun rata-rata produksi per hektare terbilang tinggi, sekitar 6,7 ton per hektare, tapi akibat terbatasnya lahan, produktivitas padi pun tak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Luasan lahan sawah di Kota Sukabumi diperkirakan hanya menyisakan 1.480 hektare. Jika produksi padi per hektare mencapai 6,7 ton dengan indeks tanam 2,4, maka produktivitas yang dihasilkan sebesar 24 ribu ton gabah kering panen.

"Itu hanya cukup untuk tiga bulan. Sisanya kita andalkan pasokan dari luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi Kardina Karsoedi ditemui sukabumiupdate.com, seusai rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan di Op Room Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jumat (23/12).

Diversifikasi pangan menjadi solusi lain untuk mengurangi kebutuhan beras masyarakat. Pasalnya, nanti masyarakat sedikit demi sedikit tidak akan terlalu bergantung terhadap nasi.

"Dengan begitu, kebutuhan beras pun akan menurun karena masyarakat mulai terbiasa mengonsumsi komoditas pangan berkarbohidrat lainnya," ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat dilakukan dengan mendorong petani meningkatkan indeks masa tanam. Adanya program  pendampingan khusus dengan keterlibatan TNI, menurut Kardina, cukup efektif merealisasikannya.

"Meskipun terjadi alih fungsi lahan, tapi produksi padi masih tetap. Jika biasanya dalam satu tahun indeks tanam rata-rata dua kali masa tanam, kita coba tingkatkan menjadi tiga kali," terangnya.

Pola tanam pun akan diubah. Jika biasanya dalam satu tahun itu petani menanam padi-palawija-padi, sekarang diubah agar pola tanam menjadi padi-padi-padi.

"Perubahan pola tanam dan penambahan indeks tanam ini untuk menjaga ketersediaan kebutuhan beras. Selebihnya, kita intensifkan juga edukasi menyangkut diversifikasi pangan. Makan selain nasi juga enak kok. Bisa lebih sehat dan kandungan gula lebih rendah," tandasnya.

Editor :
Berita Terkini