Sosok Ibu dalam Pandangan Tokoh Muda Sukabumi

Rabu 21 Des 2016, 21:48 WIB
Sosok Ibu dalam Pandangan Tokoh Muda Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Ibu, ia tidak sekadar sosok yang kuat, tetapi bersifat elastis, sehingga diberi kelebihan luar biasa dalam memberi maaf. Memaafkan kesalahan paling fatal sekali pun. Ibu bukan sekadar sosok penyabar, tetapi kesabaran itu sendiri. Dari pagi hingga bertemu pagi lagi, segudang tugas ia tuntaskan dengan sabar, penuh kasih sayang, dan ikhlas.

Seandainya ibu rumah tangga dianggap sebagai profesi, maka inilah satu-satunya profesi yang tidak bisa dinilai dengan apa pun. Bagaimana tidak, selama 24 jam setiap harinya, ibu hampir tidak memiliki jatah libur sedikit pun.

Rabu (21/12), sukabumiupdate.com mewawancarai empat tokoh muda Sukabumi tentang ibu dan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember.

Heru Herlambang Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Kabupaten Sukabumi (nama ibu: Hj. Nafisah).

Rasul SAW pun bersabda, "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Banyak lagi keterangan lain yang memuliakan ibu. Mudah-mudahan, hasil perenungannya di Hari Ibu ini, bisa di implementasikan dengan memuliakan ibu-ibu yang tegar, siapa pun, dan dimana pun, insha Allah kualitas hidup kita akan lebih baik. Kita bukan apa-apa tanpa peran seorang ibu.

Hari Ibu buat saya, Momentum untuk sehari saja merenungkan, betapa hebat dan kuatnya seorang ibu, dan sebagai renungan buat kita, sudah kah kita memuliakan ibu kita.

Avesh Didit Pemilik C.Kopi Gaud (nama ibu: Hj. Ihat Solihat).

Ibu harus ditempatkan pada porsi sangat besar dalam kehidupan seseorang. Dalam Islam dijelaskan keistimewaan ibu, hingga disebut tiga kali. Ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu. Itu penegasan, kedudukan ibu sangat klise untuk dipertanyakan. Jika ia meneteskan air mata, dosa besar bagi siapa pun yang menyakiti hatinya. Tuhan tak perlu waktu lama untuk membalasnya. Ingatlah, doa ibulah yang membuat hidup berkah.

Hari Ibu bagi saya, adalah pangeling-eling untuk berbakti, meskipun berbakti itu seharusnya setiap hari.

Eddy Jepret Wiraswastawan (nama ibu: alm. Ny. Euis Aisyah Sutadireja).

Dari mulai mengandung, ibu itu luar biasa. Saya tidak bisa merinci satu per satu. Pokoknya, kalau mau dibikin hutang mah moal kabayar. Manusia memang tak lepas dari salah, tetapi ibu, sama sekali tidak memiliki cela, karena kebaikannya telah menutupi semua kesalahan. Ia spesial dan tak ada tandingan. Ibu saya punya delapan anak laki-laki. Beliau tidak pernah mengeluh dengan kenakalan kami, meski kadang terlihat lelah. Apa yang telah kita berikan nggak seberapa dibanding kasihnya.

Hari Ibu buat saya, bukan hanya untuk dirayakan. Ibu saya lahir  22 Desember, tapi saya cukup mendoakan segala yang terbaik untuk ibu.

Novian Abdurahman Pengusaha dan tokoh muda Sukabumi (nama ibu: Esih Srimulyati, asal Ciamis, lahir 12 April 1948).

peranan wanita sebagai ibu sangat berat, menuntut tanggung jawab tidak ringan, hal ini adalah inspirasi bagi saya. Buat saya, ibu adalah sumber inspirasi, karena beliaulah saya ada dan tumbuh seperti sekarang ini. Semua ibu adalah sumber inspirasi untuk anak-anaknya. Dan karakter Ibu akan membekas dan membias ke dalam diri seorang anak.

Hari Ibu buat saya, momentum untuk mengenal sosok garda terdepan lahirnya generasi penerus yang mampu menjawab tantangan di masa depan.

Akuilah tiada cinta manusia, seindah cinta seorang ibu. Selamat Hari Ibu.

Editor :
Berita Terkini