SUKABUMIUPDATE.COM - Komisi Penanggulanan HIV/AIDS (KPA) Kota Sukabumi baru baru ini menggelar survey untuk mengetahui jumlah kelompok masyarakat rentan, seperti lelaki penyuka sesama jenis (gay).
“Gay atau cowok suka cowok lebih berpotensi terinfeksi HIV/AIDS dibandingkan perilaku seks orentasi menyimpang lainnya, seperti lesbi. Jadi kita fokus mengetahui lebih jauh keberadaan gay di Kota Sukabumi,†ungkap Ketua KPA Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi kepada sukabumiupdate.com, Rabu (21/12).
KPA, Dinas Kesehatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pun melalui survey untuk mengetahui jumlah dan keberadaan para gay di Kota Sukabumi. Hasilnya cukup mengejutkan, jumlah gay yang sering berada atau beraktivitas di Kota Sukabumi mencapai angka 1.230 orang.
“Metode yang kami gunakan dalam survey adalah mobilisasi. Di mana kita mencatat pergerakan satu orang gay per harinya. Jadinya satu orang gay kita catat pergerakan dan lokasi manggal serta orang orang yang intens bergaul bersama,†tambah pengelolah program KPA Kota Sukabumi, Yanti Rosdiana Parta.
Angka 1.230 orang gay tersebut, menurut Yanti, bukan orang tercatat sebagai warga Kota Sukabumi, namun mereka banyak beraktivitas termasuk kegiatan yang berhubungan dengan perilaku gay di Kota Sukabumi.
“Sudah kita deteksi jumlah dan perilaku mereka. Dengan modal data ini, penanganan untuk mereka yang memiliki potensi tinggi mengidap HIV/AIDS dari perilaku seks kalangan gay, insha Allah akan lebih efektif hasilnya,†pungkas Yanti.
