SUKABUMIUPDATE.COM - Dalam menghadapi situasi darurat narkotika dan obat obatan terlarang (narkoba), peran ulama harus diperkuat terutama pemahaman terkait mendeteksi keberadaan sindikat narkotika dan orang orang yang mengkonsumsi narkoba.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi, menggelar seminar nasional Peran Ulama dalam penegakkan NKRI dan Deklarasi Anti Narkoba di Gedung Pusat Kajian Islam (PUSKI) Kota Sukabumi, Selasa (20/12).
Upaya dalam menghadapi situasi darurat narkoba perlu peran semua komponen untuk mengerti,tahu dan faham bagaimana bahaya serta peredaran narkoba.
“Kita mengupayakan mobilisasi semua komponen masyarakat, untuk bersama sama melawan narkoba minimal diberi edukasi, terutama masyarakat bersih narkoba, tahu dan faham terhadap bahaya narkoba,†tutur Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, Yus Danial kepada sukabumiupdate.com, Selasa.
Dengan harapan masyarakat mau menolak narkoba dan imun terhadap serangan terhadap penyalahgunaan, penyebaran narkoba. “Sudah jelas pemerintah menyatakan perang besar atas narkoba dan sudah seharusnya semua komponen harus sama sama menanggulangi darurat narkoba dan jangan ada yang cuek dalam mencegah dan memberantasnya,†tukasnya.
Sementara Fajar Laksana pimpinan Pondok Pesantren Al-Fath mengatakan, narkoba bukan hanya musuh negara tapi juga musuh umat Islam. Peran utama ulama yaitu menyeru, menyampaikan barang haram dan minuman haram apalagi narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.
Masih kata Fajar, narkoba memunculkan kriminalitas. Karenanya, pendekatan agama lebih dominan dari pada pendekatan lainya. “Sangat disayangkan dinas perindustrian dan perdagangan serta dari dinas kesehatan tidak datang untuk sama sama terlibat perang besar terhadap darurat narkoba,†pungkasnya.
