SUKABUMIUDPATE.COM - Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota menemukan titik terang penyebab kematian Zakaria Jaki (48), karyawan toko furnitur (mebel) di Jalan KH Ahmad Sanusi No 28, pada Selasa (13/12) sore. Dalam keterangannya, Kamis (15/12), menyebutkan pria keturunan Arab ini diduga meninggal bukan karena pembunuhan.
“Setelah diselidiki, dan dari keterangan keluarga korban ini punya riwayat penyakit jantung, jadi korban ini diduga meninggal akibat serangan jantung," ucap Kepala Sat Reskrim Muhammad Devi Farsawan kepada sukabumiupdate.com.
Devi menegaskan, penyebab kematian hanya dugaan karena keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, keluarga langsung menjemput jenazah untuk segera dimakamkan di Kampung Balapulang Wetan RT 06/03, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Rabu (14/12).
Hasil pemeriksaan luar (visum) yang dilakukan di kamar jenazah rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) R Syamsudin, SH., tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban. Korban diduga mengalami serangan jantung hingga menyebabkan pembuluh darahnya pecah.
Hal inilah menurut Devi, yang menimbulkan bercak darah yang tercecer di sekitar lokasi temuan mayat. Diduga kuat berasal dari semburan akibat pecahnya pembuluh darah.
“Keluarga korban juga tidak mau membuat lapor, karena menurut pihak keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung, makanya kasus ini dihentikan," tegasnya.
Selain itu, saat olah tempat kejadian perkara (TKP) pun polisi tidak menemukan tanda-tanda kerusakan atau kekerasan di sekitar lokasi mayat korban ditemukan. Korban ditemukan di atas kasur, di dekat jenazah ditemukan obat minyak angin Frehscare, sejumlah uang, dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) milik korban,†pungkasnya.