Kisah Amah, Warga Kota Sukabumi Nyaris Tenggelam Akibat Banjir Dua Meter

Selasa 01 Nov 2016, 11:24 WIB
Kisah Amah, Warga Kota Sukabumi Nyaris Tenggelam Akibat Banjir Dua Meter

SUKABUMIUPDATE.COM - Amah Salamah (48), warga RT 01 RW 06, Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mungkin mengalami kerugian paling besar akibat banjir yang mengepung Kota Sukabumi, Senin (31/10) kemarin. Bahkan nyawanay nyaris melayang akibat terkepung banjir bandang yang merendam rumahnya hingga ketinggian dua meter.

Banjir ini merenggut semua harta benda di dalam rumah Amah, yang tak mampu diselamatkan saat sungai Cipeulang Leutik meluap dan menerjang. “Semua barang habis terbawa banjir yang masuk ke rumah. Air sudah mencapai dada, saya berusaha keluar dari rumah dan membobol kaca jendela, alhamdulillah saya masih bisa selamat,” tutur Amah kepada sukabumiupdate.com, Selasa (1/11).

Pada saat kejadian, janda ini tengah seorang diri di rumahnya, karena anak anaknya masih berada di Pondok Pesantren Syamsul Ulum, Gunungpuyuh. Semua barang di dalam rumah habis terbawa banjir yang merendam rumahnya selama kurang lebih dua jam.

Namun apa yang dialami Amah ini tidak terdata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sehingga hingga hari ini, Selasa (1/11) belum ada bantuan yang datang. Beruntung Amah memiliki tetangga yang baik, membantunya membersihkan rumah dan harta benda yang masih tersisah.

Kasur dan pakaian yang tersisah bersama buku dan harta benda lainnya hari ini dibersihkan dan dijemur di depan rumahnya. Rumah Amah sendiri masih belum bersih benar dari bekas rendaman air dan lumpur banjir.

“Baju yang saya pakai ini pun pemberian dari tetangga. Rumah dibersihkan sama warga dan santri Syamsul Ulum,” tegasnya.

Menurut Amah, kemarin Lurah Gunung Puyuh Tri Hastuti sempat datang ke sini mengontrol rumahnya bersama kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi. “Tapi sampe sekarang belum ada bantuan lagi, untuk makan pun saya dikasih sama tetangga,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkini