SUKABUMIUPDATE.COM - Tingginya intensitas bencana di Kota Sukabumi pada musim penghujan ini, membuat Pemerintah Kota Sukabumi kewalahan dengan banyaknya laporan bencana, sehingga menjadi perhatian dari pihak Komisi III DPRD Kota Sukabumi.
Pada pertemuan antara Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asep Suhendrawan membahas banyak poin penting dalam penanggulangan bencana.
"Bencana alam memang di luar kendali manusia seperti banjir dan longsor yang terjadi di belasan titik pada Senin (31/10), tapi yang paling utama adalah meminimalisasikan dampak dari bencana tersebut, seperti kerugian nyawa maupun harta," kata Gagan kepada sukabumiupdate.com, Selasa (1/11), di sela kunjungan legislator Pasrtai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ke Markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi di Kecamatan Citamiang.
Ditambahkan Gagan, Â penanggulangan bencana ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja. "Masyarakat juga harus bekerja sama untuk meminimalisasikan dampaknya, karena bencana terjadi tidak bisa diprediksi dan hingga kini belum ada satu pun negara yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya bencana."
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah antisipasi dini, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Jika membutuhkan sesuatu warga bisa berkirim surat atau melapor langsung ke BPBD untuk segera ditanggulangi.
Saat hujan deras sehari lalu (31/10), ada 16 titik bencana  di tiga wilayah di Kecamatan Gunungpuyuh Kelurahan Karangtengah, Karamat, dan Gunung Puyuh. Walaupun tidak menelan korban jiwa dan kerugian ditaksir tidak begitu besar, tetapi dengan kondisi cuaca buruk ini potensi terjadinya bencana cukup tinggi.Â
Sementara Asep Suhendrawan mengatakan pihaknya masih melakukan validasi data bencana dengan meninjau langsung ke lokasi bencana. "Untuk penanganan awal sudah kami lakukan," katanya.










