SUKABUMIUPDATE.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi akan melalukan apapun untuk menyiapkan lahan relokasi bagi ratusan kepala keluarga korban bencana di kecamatan Curugkembar.
Pemkab pun siap jika harus membeli lahan untuk pemukiman baru warga yang rumahnya hancur akibat pergeseran tanah ini. "Kita berharap bisa menggunakan lahan pemerintah seperti milik perhutani yang berada di sekitar lokasi bencana. Namun opsi ini akan memakan waktu lama untuk prosesnya, jadi kita memutuskan siap membeli lahan milik warga karena relokasi dibutuhkan secepat mungkin," jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Iwan Setiawan kepada sukabumiupdate.com, Kamis (4/8).
Relokasi membutuhkan lahan lebih dari 3 hektar, untuk memfasilitasi 428 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana longsor dan pergeseran tanah ini, termasuk fasilitas sosial, umum, pemerintah dan pendidikan yang juga rusak.
Kawasan pemukiman lama di Desa Nagrak Jaya akan dijadikan hutan pendidikan yang rencananya akan dikelola oleh pemerintah daerah. "Pemda tinggal menunggu rekomendasi dari tim ahli geologi yang saat ini masih meneliti untuk mencari kawasan aman dari ancaman pergerakan tanah," lanjut Iwan.
Saat ini BPBD masih berkonsentrasi meyakinkan warga untuk mau pindah tempat tinggal ke lokasi yang lebih aman.
Selain itu penanganan warga yang mengungsi juga masih menjadi perhatian utama karena hingga saat ini pengungsi masih butuh bantuan dan penanganan khusus. "Untuk kebutuhan pengungsi seperti bahan makanan, selimut sampai air bersih alhamdulilah cukup, namun pengungsi trauma dan sakit, jadi perlu ditangani medis dan dokter," tambah Iwan.
Data sementara BPBD Kabupaten Sukabumi hingga Kamis,menyebutkan total 420 rumah warga rusak dan 1.216 jiwa mengungsi akibat bencana tanah retak di Kecamatan Curugkembar.Â
