SUKABUMIPDATE.COM -Â Â Dua macan tutul jawa berhabitat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikabarkan mati diracun karena menerkam sejumlah ternak milik warga di Kampung Cipangparang.
Kepala Seksi II Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I Bogor, Kusmara, di Sukabumi, Rabu, mengatakan, dua macan tutul jawa itu keluar dari kawasan konservasi dan masuk ke permukiman warga di Kampung Cipangparang, Pasirsalam, daerah perbatasan Desa Nanggela dengan Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud.
"Kematian dua satwa langka dan dilindungi masih dalam penyelidikan Balai Besar KSDA Jawa Barat, diduga hewan yang memiliki bahasa latin Panthera pardus melas itu mati diracun warga karena kesal banyak ternaknya yang dimangsa hewan buas itu," katanya.
Hingga saat itu, petugas masih mencari bangkai macan tutul tersebut dan sudah berkoordinasi dengan penyuluh dan masyarakat sekitar.
Mereka mengimbau warga, jika ada hewan liar khususnya macan tutul turun ke permukiman untuk segera melapor, untuk ditidaklanjuti, jangan sampai hewan langka tersebut "dihakimi" apalagi sampai dibunuh.
"Macan tutul jawa merupakan salah satu satwa dilindungi UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan kosistemnya dan juga tercatat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi," tambahnya.
Kusmara mengatakan macan tutul jenis ini tersebar di berbagai kawasan konservasi, di antaranya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan Suaka Margasatwa Cikepuh, serta di kawasan hutan lindung lain.Â
Editor :
Tags :
Berita Terkini
Pria Ciracap Sukabumi Dibacok usai Janjian, Polisi Buru Pelaku yang Kabur Bawa Celurit
Sukabumi 12 Mei 2026, 08:14 WIB
Resep Nasi Telur Hong Kong, Ide Sarapan Praktis yang Mengenyangkan
Food & Travel 12 Mei 2026, 07:00 WIB
Cuaca Jabar 12 Mei 2026: Sukabumi Potensi Berawan hingga Cerah di Pagi Hari
Science 12 Mei 2026, 05:00 WIB
KDM Minta Kepala Daerah Stop Pembangunan Wisata juga Perumahan di Hutan dan Perkebunan
Jawa Barat 11 Mei 2026, 22:22 WIB
Anggaran Bingkai Foto Prabowo-Gibran untuk Sekolah Rakyat Telan Biaya Rp 4,14 Miliar
Keuangan 11 Mei 2026, 22:02 WIB
Panggung Rakyat Sukabumi Putar Film Dokumenter “Pesta Babi” di Gedung Juang 45
Film 11 Mei 2026, 21:35 WIB
Bupati Tegas Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Harus Diturunkan, Tak Ada Parkir Liar di Jalan
Sukabumi 11 Mei 2026, 20:45 WIB
Tinjau Lokasi Banjir di Caringin–Cidahu, Wabup Sukabumi Soroti Drainase dan Sampah
Sukabumi 11 Mei 2026, 20:37 WIB
Kabupaten Sukabumi Waspada! Potensi Curah Hujan Tinggi Jabar Dasarian II Mei 2026
Science 11 Mei 2026, 20:20 WIB
Buaya yang Terkam Anjing Kembali Muncul di Muara Cikaso Sukabumi, Warga Kian Waspada
Sukabumi 11 Mei 2026, 19:41 WIB
Jateng Media Summit 2026, Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah
Nasional 11 Mei 2026, 19:37 WIB
Profil Garudayaksa FC Tim dari Jawa Barat yang Promosi ke Super League 2026/2027
Olahraga 11 Mei 2026, 19:30 WIB
BGN Bongkar Kejanggalan di SPPG Margaluyu Sagaranten Sukabumi: Tak Serius Jadi Mitra
Sukabumi 11 Mei 2026, 19:11 WIB
Genusian Harmony Choir Nusa Putra Kukuhkan 27 Anggota Baru di Dies Natalis ke-7
Inspirasi 11 Mei 2026, 19:01 WIB
BABYMONSTER Siap Guncang Jakarta Lewat World Tour CHOOM Pada Oktober 2026
Musik 11 Mei 2026, 19:00 WIB
Tubuh Penuh Luka, Hasil Rekam Sidik Jari Mayat Pria Diduga Korban Tabrak Lari di Sukabumi
Sukabumi 11 Mei 2026, 18:33 WIB
Keindahan Waduk Jatigede yang Kini Jadi Tempat Healing Favorit Murah Meriah
Food & Travel 11 Mei 2026, 18:30 WIB
Jalan Kiaradua–Jampangkulon Belum Diperbaiki Pascalongsor, Warga Minta Penanganan Permanen
Sukabumi 11 Mei 2026, 18:25 WIB
Misteri Mayat Pria Tanpa Identitas di Sukabumi, Diduga Korban Tabrak Lari: Ini Ciri-Cirinya
Sukabumi 11 Mei 2026, 18:21 WIB
The Weeknd Bakal Konser di Jakarta 2 Hari, Berikut Cara Beli Tiketnya
Musik 11 Mei 2026, 18:00 WIB
