Membumikan Batik Sukabumi

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Membumikan Batik Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Usaha menjadikan batik lokal tuan rumah di negara sendiri terus dilakukan oleh tangan tangan terampil warga. Apa yang dilakukan Yuda Nugraha,  warga kampong Cihingkik Desa Sukasari Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi ini patut dicontoh.

Berbekal pengalaman dari orang tuanya, Yuda memulai usaha produksi batik sukabumi empat tahun silam. Naik turun pasang surutpun dialami oleh pria yang memulai usaha dengan modal Rp40 juta rupiah pinjaman dari banyak relasinya.

Batik tradisional baik tulis dan cap menjadi ikon produk yang dibawa Yuda untuk menembus pasar nasional dan internasional. Motif motif khas Sukabumi seperti penyu, ikan koi, manggis, gedepangrango, pisang kipas dan hanjuang menjadi icon sekaligus daya tarik utama yang ditawarkan usaha batik tradisonal ini pada pasar.

Focus dan pantang menyerah yang ditunjukan Yuda berbuah manis, modal 40 juta pun sudah terlunasi dengan omset saat ini mencapai 25 juta per bulan. Yuda yang awalnya bekerja sendiri saat ini berhasil membantu pendapatan kaum perempuan disekitarnya sebagai pekerja paruh waktu.

Saat ini Yuda memperkerjakan 7 warga sekitar di bengkel produksi batik tradisional yang masih menempel di rumahnya. 700 potong kain batik saat ini mampu diproduksi Yuda untuk dikirimkan ke sejumlah daerah, baik di Jawa Barat, Jakarta atau pun daerah destinasi wisata di Nusantara.

Berbagai event pameran, mulai dari level local dan nasional diikuti Yuda untuk memperkenalkan karyanya pada pasar dunia, mulai dari Sukabumi Expo, Jiexpo, gelar batik nusantara hingga inacraft. Pelatihan untuk mengasah keterampilan para pekerjapun terus dilakukan, demi menggenjot kemampuan produksi dan memangkas waktu pembuatan yang saat ini masih sangat lambat.

Sebagai perusahan, Yudapun tak lupa meluangkan waktu untuk berkegiatan social seperti memberikan pelatihan membatik gratis pada masyarakat yang berminat, khususnya kaum muda. Batik sebagai salah satu karya budaya Indonesia yang diakui UNESCO wajib terus dipelihara oleh generasi penerus bangsa.

Perhatian dari pemerintah baik level daerah maupun pusat ditunggu untuk ikut membantu menjadi batik produk andalan dan tuan rumah di negeri sendiri.

Serbuan batik impor menjadi tantangan utama pengembangan batik tradisional termasuk usaha yang dilakoni Yuda. Pemuda kreatif ini berharap ada perlindungan dari pemerintah untuk memastikan usaha usaha rakyat bias bertahan dan bersaing dengan produk impor.(*)

Editor :
Berita Terkini