Gentisville hingga Samudra Beach Hotel: Transformasi Palabuhanratu dalam Sejarah
Pada 1858 dan 1859, Palabuhanratu dibuka untuk perdagangan internasional.
Pada 1858 dan 1859, Palabuhanratu dibuka untuk perdagangan internasional.
Palabuhanratu menjadi area teluk yang mengalami pasang surut pertumbuhan.
Baru pada 1858 dan 1859, secara bertahap Palabuhanratu dibuka untuk perdagangan internasional sehingga pertumbuhan ekonomi cukup ramai.
Penamaan Guling Munding tak lepas dari jalan yang awalnya memang sering dilalui kerbau, terutama kerbau pembawa gerobak kopi dari Cibadak ke Palabuhanratu, Sukabumi, atau sebaliknya.
Pada 1962 Palabuhanratu dinobatkan sebagai Kota Pantai melalui Staatsblad Nomor 33/1862.