Kata Dinas PU Soal Penyebab Jalan Amblas di Curugkembar Sukabumi
Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyebut amblasnya jalan kabupaten ruas Cikadu-Sagaranten di Kecamatan Curugkembar, terjadi sejak bulan puasa tahun ini.
Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyebut amblasnya jalan kabupaten ruas Cikadu-Sagaranten di Kecamatan Curugkembar, terjadi sejak bulan puasa tahun ini.
Jalan utama di Desa Cimenteng Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi tersebut amblas akibat Gorong-gorong ambruk usai diguyur hujan deras.
Titik amblas di jalan Lingkar Selatan menjadi viral di media sosial setelah di posting di salah satu grup Facebook.
Sebelum libur Nataru 2023, Dinas PU Kabupaten Sukabumi telah melakukan perbaikan jalan amblas dengan pengurukan dan penambalan.
Jalan amblas akibat longsor dan jembatan beton putus terjadi di Desa Calingcing, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini terjadi dipicu hujan deras pada Rabu 4 Januari 2023.
Ruas jalan provinsi tersebut sebelumnya dikeluhkan pengendara lantaran membuat kendaraan sulit melintas bahkan kadang jumping.
Yayang yang biasa menggunakan jalan tersebut mengatakan awalnya terjadi retakan dan amblas skala kecil selama hampir sepekan.
Saat berita ini tayang, perbaikan Jalan Nasional Sukabumi-Palabuhanratu masih dikebut, sedangkan arus lalu lintas buka tutup.
Jalan amblas hingga menimbulkan lubang yang cukup dalam ini diduga karena mobil berat yang parkir di bahu jalan.
Warga Sekitar Usu (54 tahun) mengatakan, lubang itu awalnya hanya sedalam 50 sentimeter.
Perbaikan yang dilakukan Dinas PU pada Jalan amblas di jalur alternatif menuju kawasan wisata pantai Palabuhanratu itu berupa pengurukan
Dalam penjelasannya, Bagir Manan mengutarakan tidak ada pers bebas yang sebebas-bebasnya.
Sepengetahuan saya, sudah tiga kali jalan ini diperbaiki oleh PT waskita. Artinya jalan saat ini tidak kuat untuk dilintasi truk-truk tersebut.
Panjang jalan amblas di Geopark Ciletuh Sukabumi ruas Mareleng-Pantai Palangpang adalah sekitar 65 meter pada kiri jalan dan 75 meter bagian kanan.
Untuk kendaraan roda dua masih bisa lewat, namun untuk kendaraan roda empat tidak bisa. Kontur tanah memang labil, ditambah tergerus air
Posisinya persis berada dipinggir jalan, dengan panjang retakan dari atas hingga ke jalan kurang lebih 50 meter.