Sentuh 2,59 Persen, Gerakan Pangan Murah dan Strategi Pemkot Sukabumi Tekan Inflasi
GPM di Kota Sukabumi telah dimulai pada 20 Januari 2025.
GPM di Kota Sukabumi telah dimulai pada 20 Januari 2025.
GPM akan kembali dilaksanakan pada Februari dan Maret mendatang.
Rakor secara nasional ini membahas kondisi harga kebutuhan pokok di daerah-daerah.
Inflasi di Kota Sukabumi telah berhasil ditekan hingga mencapai 1,83 persen.
Rakor ini salah satunya membahas perkembangan inflasi nasional.
Upaya pengendalian inflasi di dilakukan melalui berbagai langkah.
Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kemendagri RI, Senin (5/2/2024).
Dalam waktu dekat menurutnya kegiatan serupa akan digelar di Kota Sukabumi.
Laju inflasi di Kota Sukabumi sejauh ini masih terkendali.
Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang memiliki dampak besar dan bisa menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Inflasi tidak terjadi sendiri, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor.
Inflasi menjadi salah satu masalah yang ada pada perekonomian saat ini. Hal ini menyebabkan harga suatu barang bertambah dengan nilai nominal uang yang sama.
Erni meminta masyarakat tidak terlena dengan angka inflasi yang terkendali.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Penyebabnya adalah kenaikan harga pada hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Penerima BP CBP di Kota Sukabumi adalah para penerima BPNT dan PKH.
Sejauh aman namun Pemkab Sukabumi tetap menyiapkan operasi pasar dalam rangka menangani inflasi daerah
Peningkatan harga barang dan jasa seiring dengan kenaikan angka inflasi suatu daerah.