Tertabrak Mobil MBG di Depan Gerbang Sekolah, Siswi SMAN 1 Lengkong Sukabumi Muntah Darah

Tertabrak Mobil MBG di Depan Gerbang Sekolah, Siswi SMAN 1 Lengkong Sukabumi Muntah Darah

Mobil MBG yang menabrak S (15 tahun), siswi SMAN 1 Lengkong Sukabumi. (Sumber Foto: Tangkapan layar video CCTV sekolah)

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang siswi SMAN 1 Lengkong berinisial S (15 tahun) harus dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Provinsi ruas Jampangtengah–Kiaradua, tepatnya di depan gerbang SMAN 1 Lengkong, Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/10/2026).

Korban yang merupakan warga Kampung Citampian, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran tersebut tertabrak kendaraan roda empat saat berjalan kaki di pinggir jalan raya bertepatan dengan jam pulang sekolah sekitar pukul 15.42 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV sekolah yang beredar, kendaraan yang menabrak korban diduga kuat merupakan mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

ED (35), warga di sekitar lokasi menuturkan, peristiwa berlangsung sangat cepat saat para siswa baru saja keluar dari gerbang sekolah untuk pulang.

​"Kejadiannya pas jam pulang sekolah. Baru keluar pintu gerbang, mungkin mau ambil sepeda motor atau mau ke masjid. Tiba-tiba ramai ada yang ketabrak, katanya sama mobil boks MBG. Saat kejadian saya tidak melihat langsung mobilnya, tapi di CCTV memang ada mobil itu lewat, entah sebelum atau sesudah kejadian," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat malam.

Usai kejadian, korban langsung dievakuasi warga ke Puskesmas Lengkong untuk mendapatkan pertolongan darurat. Kepala Puskesmas Lengkong, Dewi Aprilia, membenarkan pihaknya telah melakukan tindakan medis penjahitan luka pada bagian tubuh korban.

Baca Juga: Mobil Eks Angkot Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Lembursitu Sukabumi, Sopir Alami Luka Bakar

Namun, akibat benturan keras yang memicu gejala medis serius berupa muntah darah, pihak puskesmas memutuskan merujuk korban ke RSUD Syamsudin SH (RS Bunut) Kota Sukabumi.

​"Di Puskesmas dilakukan penanganan medis berupa penjahitan. Jahitan di kepala bagian depan di atas alis sebelah kanan sebanyak 7 jahitan, dan paha kaki sebelah kiri 2 jahitan. Namun, karena pasien mengalami muntah darah, korban langsung dirujuk ke RSUD Syamsudin SH untuk penanganan lebih lanjut," jelas Dewi.

Dihubungi terpisah, Kepala SMAN 1 Lengkong, Pian Sopian, turut membenarkan insiden kecelakaan pilu yang menimpa salah satu anak didiknya tersebut.

​"Terkait kronologis, saya sebenarnya tidak mengetahui secara jelas. Saat saya keluar dari pintu gerbang sekolah, korban sudah dinaikkan ke dalam mobil lalu dibawa ke Puskesmas Lengkong," kata Pian.

Baca Juga: Dilema Nelayan Sukabumi di Tengah Larangan Total Ekspor BBL dan Minimnya Fasilitas Budidaya

Meski demikian, Pian menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, korban sebenarnya sudah berjalan kaki di posisi yang benar, yakni di sisi kiri jalan bersama dengan seorang temannya sesuai dengan norma keselamatan berlalu lintas.

​"Informasi terakhir saat saya masih di sekolah, pihak orang tua korban dan orang tua pengemudi yang menabrak fokus sementara pada penyelamatan korban. Saat ini korban dirujuk ke Rumah Sakit Bunut di Sukabumi," ungkapnya.

Berdasarkan informasi awal dari pihak keluarga pengemudi, lanjut Pian, mobil MBG tersebut meluncur dari arah Desa Lengkong ke arah Sukabumi, melewati depan sekolah karena hendak dibawa ke bengkel oleh sang anak.

​"Berdasarkan informasi dari orang tua sopir, mobil tersebut diminta untuk diambilkan oleh anaknya, karena kendaraan itu akan dibawa ke bengkel. Mobil datang dari arah Desa Lengkong melintas melewati depan SMAN 1 Lengkong," pungkasnya.

Berita Terkini