Warna Urine Berubah? Kenali Artinya dan Kapan Harus Waspada

Warna Urine Berubah? Kenali Artinya dan Kapan Harus Waspada

Warna Urine Berubah? Kenali Artinya dan Kapan Harus Waspada (Sumber : Freepik/@magnific)

SUKABUMIUPDATE.com - Warna air kencing atau urine bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi tubuh, termasuk kecukupan cairan yang dikonsumsi. Dalam kondisi normal, urine umumnya berwarna bening hingga kuning pucat. Namun, warna urine dapat berubah menjadi kuning pekat, oranye, merah muda, bahkan cokelat karena berbagai faktor.

Perubahan tersebut tidak selalu menandakan penyakit. Makanan, vitamin, obat-obatan, dan jumlah cairan yang diminum dapat mempengaruhi warna urine. Meski begitu, perubahan warna yang tidak biasa dan berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan karena terkadang berkaitan dengan masalah kesehatan. Lantas, apa arti warna air kencing yang berbeda-beda?

1. Urine Kuning Pucat, Tanda Tubuh Cukup Terhidrasi

Urine berwarna kuning pucat umumnya merupakan warna yang normal dan dapat menunjukkan bahwa tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Warna kuning pada urine berasal dari pigmen alami yang disebut urokrom.

Baca Juga: Jangan Dibiasakan, Ini Risiko Terlalu Sering Menahan Buang Air Kecil

2. Urine Kuning Pekat, Bisa Menandakan Kurang Cairan

Jika air kencing terlihat lebih kuning atau pekat daripada biasanya, salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan cairan. Ketika tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih terkonsentrasi sehingga warnanya tampak lebih gelap.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang banyak berkeringat, beraktivitas di cuaca panas, atau kurang minum sepanjang hari. Konsumsi vitamin tertentu, terutama vitamin B, juga bisa membuat urine tampak kuning terang.

3. Urine Berwarna Oranye, Perhatikan Penyebabnya

Air kencing berwarna oranye dapat dipengaruhi oleh dehidrasi, konsumsi vitamin tertentu, atau penggunaan obat-obatan. Akan tetapi, warna ini juga bisa berkaitan dengan gangguan hati atau saluran empedu.

Urine berwarna oranye perlu mendapat perhatian, terutama jika disertai kulit atau bagian putih mata yang menguning dan tinja berwarna pucat.

4. Urine Merah Muda atau Merah, Jangan Langsung Diabaikan

Urine berwarna merah muda atau merah bisa terjadi setelah mengkonsumsi makanan tertentu, seperti buah bit. Beberapa obat juga dapat menyebabkan perubahan warna serupa.

Namun, warna merah juga dapat menandakan adanya darah dalam urine atau hematuria. Kondisi ini dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau gangguan lain pada saluran kemih.

Baca Juga: Atletico Madrid vs Manchester United, Julian Alvarez Punya Modal Positif di Liga Champions

5. Urine Berwarna Coklat seperti Teh

Air kencing berwarna coklat atau seperti teh pekat dapat disebabkan oleh dehidrasi berat, makanan tertentu, atau obat-obatan. Namun, warna tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan hati, ginjal, maupun kondisi lain yang memerlukan penanganan medis.

6. Urine Keruh atau Putih Susu

Urine yang tampak keruh tidak selalu menandakan penyakit. Namun, kondisi ini dapat terjadi akibat adanya kristal, sel darah putih, atau zat lain di dalam urine.

Jika urine keruh disertai rasa perih ketika buang air kecil, sering ingin pipis, bau menyengat, demam, atau nyeri di perut bagian bawah, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan infeksi saluran kemih.

Warna air kencing dapat berubah karena berbagai faktor, mulai dari jumlah cairan yang diminum hingga makanan, vitamin, dan obat-obatan. Urine kuning pucat umumnya normal, sedangkan urine yang sangat pekat, merah, oranye, atau cokelat perlu diperhatikan sesuai penyebab dan gejala yang menyertainya.

Perlu diingat, warna urine saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis suatu penyakit. Jika perubahan warna berlangsung terus-menerus, tidak diketahui penyebabnya, atau disertai gejala lain, periksakan diri ke tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Baca Juga: Penguatan Vokasi, Kemnaker dan BBPVP Bandung Tangani Masalah Tenaga Kerja di Sukabumi

Sumber: Mayo Clinic

Berita Terkini