TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Ayep Zaki Kawal Restorasi Sektor Pertanian, Saatnya Membangun Ekosistem Kedelai

Ayep Zaki bersama Ketua Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP NasDem, Sulaeman L. Hamzah dan Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) NasDem IGK Manila terus berupaya menggenjot produksi lokal melalui program satu juta hektare budidaya kedelai.

Selasa 1 Nov 2022, 13:25 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Ayep Zaki selaku anggota Bidang Pertanian, peternakan dan Kemandirian Desa Dewan Pemimpin Pusat (DPP) partai NasDem meyakini Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia harus bisa diimplementasikan di berbagai Sektor. 

Salah satunya bidang pertanian melalui peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia.

"Dari sekian banyak agenda perubahan yang terus digaungkan Partai NasDem, satu agenda perubahan yang saya jalani adalah merubah tata kelola budidaya kedelai agar Indonesia menjadi produsen kedelai kelas dunia," ungkap Ayep Zaki dalam keterangannya, Selasa, (1/11/2022).

Meskipun demikian, Ayep mematok target di tahap awal tidak muluk-muluk, yakni paling tidak Indonesia bisa mengurangi impor kedelai yang hari ini produksi kedelai Indonesia tak kurang dari 2,5 juta ton per tahun. 

"Kebutuhan kedelai domestik ini sekitar tiga juta ton per tahun, impornya plus minus sekitar 2,5 juta kurang lebih, karena setiap tahunnya ada perubahan," tambah Ayep. 

Ayep bersama Ketua Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP NasDem, Sulaeman L. Hamzah dan Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) NasDem IGK Manila terus berupaya menggenjot produksi lokal melalui program satu juta hektare budidaya kedelai. 

"Setelah ini (impor) terkurangi maka target selanjutnya adalah swasembada kedelai. Tapi bukan lagi pada wilayah pemikiran dan gagasan, bukan itu tapi implementasi. Jadi pemikiran dan gagasan kita sudah lewati, melainkan eksekusinya. Mau berapa ton per hektare yang bisa kita hasilkan," tegas Ayep. 

Implementasi ataupun eksekusi program kedelai tersebut bahkan telah menyasar ke beberapa wilayah Indonesia seperti di Kabupaten Keerom, hingga ke Merauke, Papua, dan Cianjur di Kecamatan Mande.

"Spot-spot ini adalah satu percontohan peningkatan kualitas dan peningkatan produktivitas kedelai. Inilah nilai perubahannya, meningkatnya kualitas dengan meningkatkan produktivitas," tambah dia. 

Ayep melanjutkan target tersebut bukan lagi pada tahap uji coba karena menurutnya ujicoba sudah berhasil, tinggal sekarang membangun ekosistem kedelai tersebut. 


Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x