SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi psikologis (Bunga) korban pelecah seksual yang dilakukan oleh salah satu guru SMA Swasta di Cibadak, menurut orang tua korban Rudi Permana, kesehatan anaknya dan kian hari kian memburuk, saat dikunjungi oleh petugas dari Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kab Sukabumi (DP3A), Senin (30/10/2017) di tempat kediaman korban, RT. 01/02 Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, "Anak saya pasca kejadian, kondisi secara psikologi semakin memburuk" tutur orang tua korban.
BACA JUGA:Â Bibi Korban: Pihak Sekolah di Cibadak Kabupaten Sukabumi, Ancam Pecat Oknum Guru yang Lecehkan Muridnya
Neni mengatakan bahwa pihaknya, baru mengetahui kejadian ini kemarin sore, hari ini kami dari DP3A, langsung terjun ke lapangan. Pihak Dinas menurut, Neni akan melakukan pendapingan khusus pada korban, agar kondisi korban bisa pulih baik secara psikologis maupun kesehatan fisiknya. "Kami akan melakukan pendampingan khusus pada korban, agar korban kondisinya pulih pasca kejadian" jelas Neni Sumiyati Kasubdit PA, saat mengujungi rumah korban.
Menurut Neni, dinas akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, apakah anak tersebut akan dipindah dari sekolah asal, karena melihat kondisi korban semakin memburuk tambahnya. “Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, apakah korban akan dipindahkan ke sekolah lain atau tetap di sekolah asalâ€.
BACA JUGA:Â Banyak Tanda Merah di Leher Anaknya, Orang Tua Murid Polisikan Oknum Guru SMA di Cibadak Kabupaten Sukabumi
Di tempat yang berbeda, Marwan Prajamukti Kepala Sekolah SMAI Baitul Hikmah, mengakatan bahwa kasus ini sudah bukan lagi menjadi tanggungjawab pihak sekolah, kerena guru yang bersangkutan telah dikeluarkan dari sekolah. Ia dan pihak dewan guru merasa perihatin atas kejadian ini, "Kami pihak sekolah tentu merasa perihatin atas kejadian ini, pelaku sudah kami pecat dari sekolah" jelas Marwan.