Panti Sosial Aura Welas Asih Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawab Tudingan Masyarakat

[object Object]
Jumat 27 Okt 2017, 15:57 WIB
Panti Sosial Aura Welas Asih Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawab Tudingan Masyarakat

SUKABUMIUPDATE.com – Pihak Yayasan Panti Sosial Aura Welas Asih di Kampung Cangehgar, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, angkat bicara soal masih adanya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berkeliaran di jalanan, seperti dikeluhkan sebagian masyarakat.

Humas Panti Sosial Aura Welas Asih, Hamzah Fansuri mengatakan, hingga kini yayasan merawat sebanyak 35 ODGJ.

BACA JUGA: Masyarakat Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Pertanyakan Komitmen Aura Welas Asih

“ODGJ di jalan itu mungkin yang kabur, setelah dibawa ke panti, atau mungkin kiriman dari daerah lain. Yang pasti, saat ini kami merawat 35 orang, bertambah dari bulan lalu, hanya 18 orang pasien," ujar Hamzah, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (27/10/2017).

Hamzah menegaskan, sebenarnya penanganan ODGJ itu tugasnya pemerintah, sesuai Undang-undang Dasar (UUD) pasal 34. Adapun saat ini, pihaknya menampung sesuai kondisi dan kemampuan logistik.

 “Jadi, kalau pun ada masyarakat yang mempertanyakan komitmen, itu salah alamat. Seharusnya ditujukan kepada pemerintah. Sebenarnya, kami bekerja membantu pemerintah,” sindirnya.

Adapun mengenai anggapan sebagian masyarakat, terkait keberadaan panti yang terkesan hanya ingin dibantu, Hamzah kembali menegaskan, sejak Aura Welas Asih beroperasi dua tahun lalu, semua biaya operasional ditanggung pihak yayasan.

BACA JUGA: Penghuni Panti Sosial Aura Welas Asih Dapat Bantuan Kapolres Sukabumi

“Masalah sedekah atau sumbangan dari siapapun, kami tidak meminta. Dikasih ya disyukuri, tidak dikasih pun tidak masalah,” tandasnya.

BACA JUGA: Panti Sosial Aura Welas Asih Kampung Cangehgar Kabupaten Sukabumi Terancam Ditutup

Dan sejauh inipun, tutur Hamzah, pihaknya tidak ada kerjasama dengan lembaga atau siapapun, terkait biaya operasional untuk merawat sebanyak 35 orang pasien ODGJ tersebut.

“Tidak ada kerjasama bantuan, hanya dapat dari Baznas, dan Lurah Palabuhanratu. Bayangkan, kami merawat 35 orang pasien, menghabiskan beras 30 liter per hari, semua ditanggung oleh yayasan. Jadi wajar, kalau ada masyarakat yang mau membantu biaya operasional makan sehari-hari, itupun baru sekarang-sekarang ada sumbangan, dalam dua bulan terakhir ini, termasuk dari Bapak Kapolres Sukabumi,” bebernya.

Berita Terkini