SUKABUMIUPDATE.com – Ratusan petugas disiagakan dalam aksi protes kedua kalinya mengenai pelaksanaan Pilkades Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (26/10/2017).
Pantauan di lokasi, dalam pertemuan yang menghadirkan kelima calon Kepala Desa, saksi, dan pendampingnya itupun dilakukan secara tertutup di aula Kantor Kecamatan Cicantayan.
BACA JUGA: Protes Hasil Pilkades Cijalingan Kabupaten Sukabumi Diwarnai Kericuhan
Kapolsek Cibadak, Kompol Jerry Said mengungkapkan, pengamanan dilakukan guna memastikan suasana kondusif. “Seluruh anggota gabungan terdiri dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, dikerahkan untuk pengamanan,†singkatnya di lokasi.
Banyaknya massa yang memprotes hasil pemungutan Pilkades Cijalingan ini ternyata berbuah manis bagi pasangan suami istri (Pasutri), Ujil dan Nia, penjual kopi di depan Kantor Kecamatan Cicantayan.
.jpg)
Pasutri itupun sibuk melayani pemesan kopi dari massa yang ikut menghadiri pertemuan kedua kalinya ini. Malahan menurut pengakuan mereka berdua, omzet yang didapat, meningkat hingga lima kali lihat dari hari-hari biasanya.
“Biasanya saya hanya mendapat uang, sekitar Rp200 ribu. Sejak ada aksi protes ini sudah dua hari, omzet meningkat, jadi Rp1 juta,†tutur Nia.
BACA JUGA:Â Puluhan Warga Desa Cijalingan, Geruduk Kantor Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Ia mengaku, rata-rata yang laris dijual seperti kopi, rokok, dan air mineral. Pasutri itupun terlihat sibuk, melayani para pembeli.
"Cukup kewalahan. Kopi sudah abis 70 cangkir, ditambah rokok, puluhan bungkus, air mineral juga sampai habis terjual, terangnya.
