SUKABUMIUPDATE.com – Gemuruh lantunan shalawat, dan dzikir, bergema di Masjid Agung, Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang didengungkan oleh ribuan santri, santriwati, dan para alim ulama keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017.
Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili mengatakan hari santri tahun ini untuk menghidupkan tradisi-tradisi, dan budaya santri, karena tradisi santri di pesantren sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Santri Ponpes Dzikir Alfath Kota Sukabumi, Tampilkan Enam Adegan Teatrikal Pemberontakan G30S/PKI
“Dzikir dan Istiqosah bersama ini untuk memboomingkan budaya santri, karena saat ini krisis dengan akhlakul karimah. Sementara budaya santri, yaitu mandiri, santri tawadhu, berakhlakul karimah,†ujar Ahmad, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (21/10/2017) malam.

Dengan digelarnya Dzikir dan Istiqosah bersama, serta hari santri, Nawawi berharap, tumbuhkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basotiyah, antar pesantren, dan ulama.
“Mudah-mudahan, semakin menumbuhkan ukhuwah, antar santri, dan ulama,†harapnya.
BACA JUGA:Â Santri Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi Gelar Istighosah
Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, peran santri sangat luar bisa dalam menjemput maupun mengisi kemerdekaan.
"Alhamdulillah, santri memiliki semangat jihad, santri mandiri, dan cerdas. Semoga santri semakin tumbuh, dan berkembang, sehingga kebaikan serta kesolehan akan ada di Kota Sukabumi,†ujarnya, kesempatan sama.
