SUKABUMIUPDATE.com - Brigadir Dikri Nurhakim, anggota Polsek Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan juga merupakan Bhyangkara Pembina Kemanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Bencoy, tak hanya membangun Mandi Cuci Kakus (MCK) di sana. Tapi, ia juga mendirikan dua taman baca dan satu lapak baca di perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur.
Salah satu taman baca tersebut terletak di Kampung Cikaroya atau lebih dikenal Kampung Ciawitali RT 02/10 Desa Bencoy. Dikri menamakan taman bacaan itu Bambu Air. Sedangkan taman bacaan satu lagi di Kampung Cilubang desa yang sama, ia beri nama Taman Baca Pelangi.
BACA JUGA:Â Bangun MCK, Bhabinkamtibmas Desa Bencoy Kabupaten Sukabumi Galang Dana Lewat Medsos
Kepada sukabumiupdate.com, Senin (14/8/2017), Dikri mengatakan ide tersebut ia dapatkan saat awal masuk ke pelosok Desa dan menyambangi tokoh setempat.
"Saya melihat kegiatan anak pelosok yang monoton, jauh dari fasilitas pendidikan yang memadai seperti di kota, sehingga saya berinisiatif untuk membawa buku bacaan koleksi pribadi ketempat tersebut," ucapnya.
BACA JUGA:Â Per Hari, 400 Warga Sukabumi Kunjungi Perpustakaan
Minat baca anak pelosok ternyata bagus. Dari situ muncul ide untuk membuat perpustakaan keliling dan membuat forum literasi.

"Kemudian di tengah perjalanan ada permintaan warga agar ada perpustakaan, maka kami buatkan dan bersinergi dengan saudara-saudara dari Sabumi volunteer," katanya.
Sementara lapak baca sendiri, sifatnya berkeliling dengan pola seminggu sekali menjelajah kampung." Saya berharap dengan taman baca atau lapak baca yang di bangun dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak di pedesaan. Ini pun berkat dukungan dan dorongan Kapolsek Cireunghas sehingga saya terus bersemangat,"tandasnya.
BACA JUGA:Â Yuk Baca Buku Digital di PerpuSeru Kelurahan Citamiang Kota Sukabumi
Tambah Dikri kalau pun ada yang ingin menyumbangkan sebagian bukunya yang sudah tidak terpakai untuk melengkapi perpustakaan silahkan untuk menghubunginya atau bisa langsung ke lokasi perpustakaan. " Silahkan saja anak-anak pasti senang dan bermanfaat juga,"tukas dia.
Sementara salah seorang warga, Didin (47 tahun) mengapresiasi hadirnya perpustakaan di pedesaan tersebut. " Senang anak-anak bisa baca buku gratis, jika mereka membolos sekolah karena hujan dan akses jalan terjal sulit dilewati, orang tua disini suka mengarahkannya ke perpustakaan," singkatnya.
