SUKABUMIUPDATE.com – Jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, seakan menjadi sebuah kolam dadakan akibat tergenang air yang meluap dari drainase usai hujan yang mengguyur, Minggu (7/5) siang, sekira 14.00 WIB.
Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang karena tidak diperbaiki, menimbulkan genangan air setinggi kurang lebih 20 centimeter. Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat yang melintas harus melaju perlahan-lahan agar tidak masuk ke dalam lubang.
“Jalan di atas Jembatan ini setiap hari selalu macet, gara-gara belum di perbaiki juga oleh pemerintah. Kalau tidak segera di perbaiki, jembatan bisa ambruk karena diguyur hujan,†ujar Adang Gunawan (29) warga Kampung Pamuruyan RT 01/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak kepada sukabumiupdate.com.
Dirinya meminta pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan Pamuruyan. Karena warga khawatir jembatan tersebut lama-kelamaan akan ambruk. “ Kami khawatir lihat jalan yang rusak parah ini, apalagi baru pertama kali melihat jembatan bisa kena banjir,†pungkasnya.
BACA JUGA:
Warga Keluhkan Jalan Berlubang Jembatan Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Semakin Besar Lubang di Jembatan Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Petugas dan Warga Kompak Urug Jalan Jembatan Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Bahkan menurutnya, karena kondisi jalan yang berlubang tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang kebanyakan korbannya pengendara sepeda motor. “Sekitar dua bulan lalu ada sepeda motor yang masuk kejurang karena menghindari lubang, alhamdulillah tidak makan korban jiwa,†ungkapnya.
Hal serupa juga diutarakan salah seorang pengguna jalan, Irpan Gunawan yang meminta jalan diatas Jembatan Pamuruyan segera mungkin diperbaiki.
“Jembatan ini sudah rusak berat, kenapa masih didiamkan. Padahal sering diberitakan oleh media, apakah pemerintah tidak mau tahu jalur Utara Sukabumi yang sudah rusak,†tegas warga Karang Tengah, Cibadak tersebut.
Keluhan juga diutarakan salah seorang pelajar, Rizal Panji Pratama yang mengaku sangat kecewa dengan kondisi jalan di Jembatan Pamuruyan yang rusak dan berlubang. “Saya pernah sempat terjatuh gara-gara lubang yang digenangi air, jadi tidak kelihatan,†ungkapnya.
