SUKABUMIUPDATE.com – Maraknya kasus upah kerja lembur yang tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan hingga terjadinya skorsing waktu, menjadi isu krusial yang dibahas dalam diskusi publik memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di salah satu hotel di Cicantayan, Sabtu (29/4).
“Banyak kasus upah lembur yang tidak dibayar, mayoritas perusahaan padat karya seperti garmen,†ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian Perkebunan (HUKATAN) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sukabumi, Nendar Supriatna kepada sukabumiupdate.com.
Dijelaskannya, permasalahan tidak dibayarnya upah kerja lembur hingga berani menerapkan skorsing waktu. Karena pihak perusahaan selalu mengeluh, mengenai produktivitas kerja dan kedisiplinan karyawannya hingga tidak tercapainya target pekerjaan.
“Pihak perusahaan menjatuhkan skorsing, bagi karyawan yang tidak dinilai tidak mampu memenuhi target pekerjaan. Akibatnya mereka terus dipekerjakan dengan tambahan waktu, tanpa dihitung pembayaran upah lemburnya,†jelas Nendar.
BACA JUGA:
May Day, AGM Mekarsari Tanam 20 Ribu Pohon di Situs Batu Kujang Kabupaten Sukabumi
AGM Bantu Kebutuhan Sanitasi Layak Kelompok Tuna Netra Cibuluh Kabupaten Sukabumi
AGM Ingin Pemuda Sukabumi Lebih Giat Berinovasi
Makanya, tegas Nendar, diskusi tersebut bertujuan agar adanya kesepahaman yang dibangun dan bukan kesepakatan karena didalam undang-undang sudah diatur mengenai pembayaran upah lembur.
“Kami ingin ada solusinya, dari hasil diskusi tidak ada titik temu. Intinya semua perwakilan serikat yang hadir, sesuai regulasi tetap dikembalikan menjadi tujuh jam kerja, jika melebihi waktu tersebut sifatnya lembur dan harus dibayar,†pungkasnya.
Disisi lain, sambung Nendar, jika perusahaan sudah membayar upah lembur yang menjadi pertanyaan apakah sesuai atau tidak dengan aturan. Karena biar bagaimanapun, upah lembur per jamnya sudah diatur dan kasus ini sering ditemukan.
“Rata-rata aksi mogok yang terjadi, salah satunya karena upah lembur yang tidak dibayar dan tidak sesuai per jamnya. Karena kita anggap krusial,masalah ini yang harus dipecahkan bersama tapi kenyataannya dari dewan tidak datang,†ungkapnya.