SUKABUMIUPDATE.com -  Hanya belum sempat diajak jalan-jalan dengan sepeda motor,  seorang pemuda yang diduga alami depresi, Ikhsan Maulana (18), warga Babakansari RT 02/17 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak Sukabumi, Jawa Barat, tega bakar rumah orang tuanya hingga ludes.
Peristiwa yang terjadi Sabtu (11/3), sekitar pukul 03.00 WIB dini hari itu, hampir menghanguskan rumah warga lainnya. Beruntung api cepat dipadamkan warga, dan tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditafsir mencapai puluhan juta rupiah.
Menurut keterangan pelaku, ia tega membakar rumah orang tuanya berukuran lima kali empat meter itu, karena kesal terhadap Ejen (45) bapaknya yang tak kunjung menepati janji untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor.
Sementara Eni (40), ibu pelaku pembakaran menerangkan, sebelum membakar rumah,  siang hari sebelumnya, Iksan sudah merusak rumah. “Saya takut terjadi yang tak diinginkan, saya pun mengungsi ke rumah saudara,†ujar Eni.
BACA JUGA:
Rumah Terbakar, Lansia Tunanetra Warga Curugkembar Tewas
Tabung Gas 3Kg Meledak, Satu Rumah Terbakar di Ciracap Kabupaten Sukabumi
Konsleting Listrik Dituduh Biang, Rumah Terbakar di Kartaraharja Kabupaten Sukabumi
Sebenarnya, kata Eni, ia tak menyangka anaknya tega membakar kediaman mereka. Apalagi Iksan selama ini tidak pernah terlihat gelagat buruk, mengingat pemuda itu sering mengumandangkan adzan.
Â
Seorang saksi mata, Nazrudin (47) mengungkapkan, saat kejadian sekitar dini hari  itu, warga masih terlepap tidur. “Hanya merasa ada hawa. Merasa penasaran, saya keluar dan melihat rumah Enni dikelilingi si jago merah. Saya langsung teriak kebakaran. Warga pun berhamburan untuk memdamkan api. Ada sekitar satu jam baru padam apinya,†sebut Nazrudin.
Sementara Ujang (15), saudara Iksan mengaku, saat kebakaran ia sedang tidur di dalam kamar. Karena merasa ada hawa panas, ia terbangun. Ia melihat sisi rumah sudah mulai terbakar. “Api sudah membesar. Saya langsung keluar dan menyelamatkan harta benda yang bisa saya jangkau. Kami tak tauhu hrus tidur di mana sementara ini,†kata Ujang dengan nada kesal.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pemuda yang diduga alami depresi itu mendekam di sel tahanan Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak. Rencananya, pihak kepolisian dan keluarga akan membawa pelaku ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH., guna memastikan kondisi psikologi dan penanganan medis.Â
