SUKABUMIUPDATE.com - Buruknya infrastruktur, terlebih pada musim penghujan seperti sekarang, mengakibatkan kondisi jalanan di Kabupaten Sukabumi menjadi kian buruk dan berdampak pada aktivitas masyarakat.
Buruknya infrastruktur jalan, tak kurang lebih dari 14 tahun lamanya dirasakan warga Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, hingga sekarang. Padahal desa ini memiki lapangan sepakbola yang cukup layak dan terbaik di wilayah Selatan Sukabumi, masyarakat desa pun memiliki klub bola berpotensi.Â
“Selama empat belas tahun jalan di desa kami tidak pernah berubah, cocoknya untuk kegiatan off road. Kondisi desa tetangga kami juga sama, Desa Cidadap dan Mekarasih,â€Â terang Kepala Desa Cibuntu, Yosep Lesmana kepada sukabumiupdate.com, Senin (27/2).
Pria kelahiran Juni 1987 yang menjabat sebagai kepala desa sejak 2016 lalu itu mengatakan, dengan melihat kondisi yang ada di Desa Cibuntu, ia maju menjadi kepala desa untuk membangun desanya.Â
Diakui Yosef, hingga sekarang pembangunan di desanya belum ada yang maksimal. Masyarakat desa distimulan lebih berdaya, dan memiliki peran dalam memajukan lingkungan masing-masing. “Istilahnya, nu bisa nembok jadi tukang tembok, nu bisa ngaduk jadi tukang aduk, bareng-bareng kita bangun desa, karena desa kami letaknya kurang strategis,†terang Yosef.
Ia memaparkan, secara geografis Desa Cibuntu berbukit-bukit dan rentan terhadap abrasi dan longsor, jika musim penghujan warga pun kerap kesulitan air, sebab aliran Sungai Cimandiri letaknya lebih rendah dari lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.
BACA JUGA:
Rusak Parah, Jalan Menuju Lokasi Pulau Mandra Geopark Ciletuh Sukabumi
Pemilik Rental Mobil Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Keluhkan Jalan Rusak
Warga Kabupaten Sukabumi Keluhkan Ruas Jalan Rusak
“Kita buat bendungan bisa, pakai bronjong atau dikeupih tidak tahan lama, akhirnya sawah pun berubah jadi kebun pepaya,†ungkapnya.
Jalan yang rusak merupakan perhatian utama Yosef, sedikitnya sudah tiga ibu hamil (bumil) yang melahirkan di perjalanan, sebelum tiba di rumah sakit. Meski jarak ke Palabuhanratu sekira 20 kilometer, namun kondisi jalan berlumpur saat musim hujan menyulitkan laju kendaraan.Â
“Kendaraan kita juga bukan mobil, tapi grandong! sepeda motor yang dimodifikasi agar bisa melaju di jalan berlumpur,†jelas bapak dua anak tersebut.
Lebih jauh, ia menjelaskan, untuk layanan kesehatan dinilai cukup dengan keberadaan Puskesmas Pembantu, dengan dua orang mantri, dan setiap hari Rabu ada kunjungan dokter dari rumah sakit.Â
"Ada satu bidan, tapi kerja mereka dibagi waktunya dengan daerah lain, sebetulnya kami membutuhkan satu orang bidan yang bisa stay. Selain itu, desa kami pun membutuhkan ambulance desa untuk melayani kesehatan warga,†terangnya.
Meski demikian, ia mengharapkan perbaikan jalan di desanya yang menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Sudah tiga kali warga kami lahiran di jalan, butuh waktu satu jam sampai ke rumah sakit dengan kondisi jalan rusak,†pungkas Yosep.
