Jalan Penghubung Tiga Kecamatan di Karang Tengah Cibadak Kabupaten Sukabumi Awet Rajet

[object Object]
Kamis 16 Feb 2017, 10:38 WIB
Jalan Penghubung Tiga Kecamatan di Karang Tengah Cibadak Kabupaten Sukabumi Awet Rajet

SUKABUMIUPDATE.com – Jalan kabupaten penghubung tiga kecamatan di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi kondisinya cukup memprihatinkan. Jalan yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif kendaraan kecil saat jalan nasional Sukabumi-Bogor macet ini rusak parah dipenuhi “kolam ikan”.

Menurut Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Gerri Imam Sutrisno, Jalan Karang Tengah Almuhidin dan Cireundeu kembali rusak padahal belum lama diperbaiki. “Kalau tidak salah jalan kabupaten ini belum setengah tahun diperbaiki tapi kondisinya sudah rusak lagi. Drainasenya parah, jalan kebanjiran terus jadi cepat rusak,” ujar Gerri kepada sukabumiupdate.com, Kamis (16/2).

Kerusakan di jalan Karang Tengah Almuhidin sepanjang 1,4 kilometer sementara jalan Cirendeu kurang dari satu kilometer. Banyak lubang dengan ukuran besar bertebaran di sepanjang jalan penghubung Kecamatan Cibadak-Nagrak dan bisa menuju Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA:

Begini Cara Polres Sukabumi Atasi Kemacetan Akibat Jalan Rusak

Jalan Nasional Kabupaten Sukabumi Rusak Parah

12 Tahun Jalan di Cikangkung Kabupaten Sukabumi Rusak, Warga Tanam Pisang

“Padahal kalau jalan ini bagus, bisa digunakan untuk kendaraan kecil jika jalur nasional macet. Jalan ini nyambung ke Nagrak dan bisa ke Caringin,” tegas Gerri.

Selain itu, Jalan Almuhidin digunakan untuk akses pendidikan bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cibadak. “Banyak kegiatan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut, ada perumahan, ada sekolah dan lahan pertanian. Kami memohon Pemkab (Pemerintah Kabupaten Sukabumi-red) segera melakukan perbaikan,” terang Gerri lebih jauh.

Dari pantauan sukabumiupdate.com, salah satu titik kerusakan parah di jalan ini berada di Kampung Kaum RT 02/04, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak. Lubang besar memenuhi badan jalan sehingga menyulitkan kendaraan yang melintas.

“Jalan ieu mah awet rajet. Diomean paling tilu bulan rajet deui. Hese rek liwat ge komo hujan, leeur loba nu jatuh motor mah,” ungkap salah seorang warga, Dedi Wahyudi (54).

Berita Terkini