Kepala BNN Bilang Tak Ada Pembahasan Legalisasi Ganja di Indonesia

Minggu 19 Juni 2022, 21:54 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN Petrus Reinhard Golose kembali menegaskan tidak ada pembahasan legalisasi ganja untuk kebutuhan medis atau rekreasi di Indonesia meskipun beberapa negara mulai melegalkan tanaman candu tersebut.

“Tidak ada sampai saat ini pembahasan untuk legalisasi ganja. Di tempat lain ada, tetapi di Indonesia tidak ada,” kata Petrus Golose pada sela-sela acara peringatan Hari Antinarkotika Internasional 2022 di Badung, Bali, Ahad (19/6/2022) dikutip dari Antara via suara.com.

Ia menyampaikan meskipun beberapa negara mulai melegalkan ganja, dari segi jumlah masih lebih banyak negara yang menetapkan tanaman candu itu ilegal. Petrus mencontohkan kebijakan legalisasi ganja di Amerika Serikat pun tidak merata, hanya di negara-negara bagian, bukan secara terpusat atau di tingkat federal.

Sementara itu, di Asia Tenggara, hanya Thailand yang telah melegalkan budidaya dan penggunaan ganja untuk kepentingan medis atau pengobatan. “Akan tetapi, itu biar di negara lain. Saya tetap konsisten untuk tidak (membahas wacana) melegalisasi ganja,” kata Petrus Golose di sela turnamen tenis meja internasional yang merupakan rangkaian HANI 2022 di Bali.

Kratom

Kemudian, terkait tanaman kratom yang sempat menarik perhatian publik karena dianggap punya efek candu, Golose menyampaikan pihaknya masih mendalami itu.

“Kratom masih dalam proses, kami melihat bagaimana sampai sekarang itu masih menunggu. Ada aturan-aturan yang harus kami laksanakan. Akan tetapi, kami dari BNN mengusulkan itu jadi salah satu bahan dalam perubahan Undang-Undang (Narkotika),” kata Kepala BNN.

BNN tahun lalu menyampaikan rencananya mengusulkan, agar kratom (Mitragyna speciosa) masuk dalam narkotika golongan I sehingga tanaman itu tidak dapat digunakan untuk pengobatan. Rencana itu kemudian menuai polemik karena beberapa kelompok masyarakat menggunakan kratom sebagai bahan obat-obatan tradisional/herbal.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, pada bulan ini, menyampaikan tanaman kratom punya potensi jadi pendorong perekonomian masyarakat yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ia menambahkan kratom saat ini menjadi salah satu tanaman asli Kapuas Hulu yang masih dibudidaya oleh beberapa masyarakat.

Namun, BNN meyakini kratom memiliki efek samping yang lebih kuat daripada morfin, zat yang saat ini masuk narkotika golongan II di Indonesia.

SUMBER: SUARA.COM

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Info22 April 2024, 12:15 WIB

Telah Hilang STNK Mobil F 7543 SD

Telah Hilang STNK Mobil Mitsubishi
Ilustrasi. Telah Hilang STNK Mobil Mitsubishi tahun 2010 warna kuning metalik kombinasi dengan Nomor Polisi F 7543 SD (Sumber : istimewa)
Bola22 April 2024, 12:00 WIB

Indonesia Cetak Sejarah! Tim Debutan yang Berhasil Lolos ke-8 Besar Piala Asia U-23 2024

Timnas Indonesia U-23 berhasil lolos ke babak 8 besar Piala Asia 2024.
Timnas Indonesia U-23 berhasil lolos ke babak 8 besar Piala Asia 2024. (Sumber : pssi.org)
Gadget22 April 2024, 11:45 WIB

6 Cara Efektif Atasi Radiasi Gadget, Bisa Bikin Mata Plong!

Hindari tidur dengan gadget masih menyala atau berada di dekat tempat tidur Anda, karena cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gadget dapat mengganggu kualitas tidur Anda.
Ilustrasi. Anak kecil bermain gadget. Sumber : pixabay/haniffer11
Sehat22 April 2024, 11:30 WIB

6 Dampak Buruk Jarang Minum Air Putih untuk Kesehatan

penting untuk minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari untuk mendukung fungsi tubuh yang optimal dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Ilustrasi. Air putih. Sumber : pixabay/doneloo12
KATA WARGANET22 April 2024, 11:24 WIB

Seleksi Jabatan di Kota Sukabumi dan Mundurnya Dirut RSUD R Syamsudin SH

Pejabat Walikota Sukabumi harus segera mencari sosok pengganti Donny Sulivan yang secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Syamsudin SH.
Bangunan depan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi (Sumber: akun medsos)
Food & Travel22 April 2024, 11:15 WIB

7 Manfaat Kopi Hitam yang Jarang Diketahui, Bisa Menurunkan Resiko Diabetes

Antioksidan dalam kopi hitam dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung.
Ilustrasi kopi hitam. Foto: pixabay/tmooy99
Sukabumi22 April 2024, 11:03 WIB

Tingkatkan Minat Baca, Ini Berbagai Fasilitas Pelayanan di UPP Surade Sukabumi

Kunjungan ke UPP Surade mulai anak PAUD/TK, SD, SMP, mahasiswa, dan warga.
Kegiatan membaca yang diselenggarakan Diarpus Kabupaten Sukabumi di UPP Surade. | Foto: Istimewa
Life22 April 2024, 11:00 WIB

Stres Kronis, 8 Kebiasaan Buruk yang Membuat Tubuh Mudah Sakit

Menghindari kebiasaan buruk penyebab sakit dan mengadopsi gaya hidup yang sehat, Anda dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan sehat.
Ilustrasi - Stres Kronis Termasuk Salah Satu Kebiasaan Buruk yang Membuat Tubuh Mudah Sakit. (Sumber : pexels.com/@MART PRODUCTION)
Food & Travel22 April 2024, 10:30 WIB

Cara Membuat Jus Sirsak, Bisa Bantu Menurunkan Gula Darah Agar Kembali Normal

Begini Cara Membuat Jus Sirsak, Bisa Bantu Menurunkan Gula Darah Agar Kembali Normal. Yuk Lakukan!
Ilustrasi. Jus Sirsak untuk Kesehatan (Sumber : Instagram/@aromaku_bakery)
Science22 April 2024, 10:04 WIB

BMKG: Termasuk Sukabumi, Hujan Berpotensi Guyur Jabar pada Akhir April

BMKG memprakirakan seluas 59 persen wilayah Jawa Barat masuk kriteria hujan menengah yang berkisar 50-150 milimeter per dasarian.
(Foto Ilustrasi) BMKG memprediksi hujan masih akan mengguyur seluruh wilayah Jawa Barat pada dasarian atau sepuluh hari ketiga April 2024. | Foto: Freepik