Sejarah Gunung Pangparang Bandung, dari Perkebunan Kina hingga Legenda Sangkuriang

Sejarah Gunung Pangparang Bandung, dari Perkebunan Kina hingga Legenda Sangkuriang

Ilustrasi Ai - Dibalik kisah-kisah yang menyelimutinya, Gunung Pangparang kini juga menjelma sebagai salah satu destinasi pendakian yang ada di kawasan Bandung Timur. (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Gunung Pangparang di Bandung Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Sumedang menyimpan kisah menarik yang memadukan jejak sejarah dan legenda masyarakat Sunda.

Di balik bentang alamnya yang hijau, gunung ini pernah menjadi bagian dari kawasan perkebunan kina pada masa kolonial Belanda, yang pembukaannya tercatat sejak 1884.

Tak hanya itu, Gunung Pangparang juga dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, tokoh dalam cerita rakyat Sunda yang kisahnya lekat dengan asal-usul sejumlah bentang alam di Jawa Barat.

Perpaduan sejarah perkebunan dan cerita turun-temurun tersebut menjadikan Gunung Pangparang menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Baca Juga: Dua Insiden dalam Sehari, Pria di Cicantayan Sukabumi Tewas Tertemper KA Pangrango

Asal-usul nama Gunung Pangparang

Mengutip dari banyak sumber seperti channel YouTube ARDA dan akun Explore Gunung Bandung, salah satu cerita yang menarik dari Gunung Pangparang adalah legenda yang menghubungkannya dengan kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Menurut cerita rakyat yang beredar, Sangkuriang pernah menggunakan sebilah parang untuk menebang pohon sebagai bahan pembuatan perahu.

Setelah digunakan, parang tersebut konon dilemparkan hingga akhirnya dipercaya menjelma menjadi Gunung Pangparang.

Gunung Bukittunggul di sekitarnya juga dikaitkan dengan legenda yang sama, yakni sebagai jelmaan tunggul pohon yang ditebang Sangkuriang.

Namun, ada versi lain mengenai asal-usul namanya. Gunung ini dipercaya dinamai Pangparang karena dahulu terdapat banyak tanaman yang disebut pangparang di kawasan tersebut.

Baca Juga: Gunung Pangparang Bandung: Lokasi, Ketinggian, Jalur Pendakian, dan Daya Tarik

Kedua versi ini memperlihatkan bagaimana nama geografis di wilayah Sunda kerap dihubungkan dengan cerita rakyat maupun kondisi alam setempat.

Namun, perlu dicatat bahwa kisah parang yang menjelma menjadi gunung merupakan legenda, bukan peristiwa sejarah yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Sejarah perkebunan kina pada masa kolonial

Selain legenda Sangkuriang, Gunung Pangparang memiliki sejarah yang berkaitan dengan perkebunan kina pada masa kolonial Belanda.

Pembukaan dan penanaman perkebunan kina di Pangparang sendiri dimulai pada Mei 1884. Pada periode yang hampir bersamaan, sejumlah perkebunan kina lain dibuka di kawasan sekitar, antara lain Panglipur Galih atau Pangli, Gunung Kasur, Gegersunten, Sukamanah, dan Cisarua.

Pada 1912, keenam perkebunan tersebut digabungkan menjadi kompleks perkebunan kina Bukittunggul.

Untuk mendukung kegiatan perkebunan, para pekerja tinggal di kawasan lereng dan kaki gunung, termasuk di Kampung Pangli dan Kampung Gunung Kasur.

Kina dahulu menjadi tanaman penting karena kulit batangnya merupakan sumber kina, senyawa yang digunakan dalam pengobatan malaria.

Akan tetapi, kegiatan perkebunan di kawasan Pangparang kemudian berubah mengikuti perkembangan ekonomi dan pasar.

Saat ini, sebagian lahan yang dahulu berkaitan dengan perkebunan kina telah berubah menjadi perkebunan sayuran dan kopi. Jejak sejarah tersebut menjadi bagian menarik dari kisah perubahan lanskap Gunung Pangparang.

Dibalik kisah-kisah yang menyelimutinya, Gunung Pangparang kini juga menjelma sebagai salah satu destinasi pendakian yang ada di kawasan Bandung Timur.

Editor:Dede Imran
Berita Terkini