Buka Jampang Ngabhuana 3, Bupati Sukabumi Asep Japar Upayakan Dana Hibah Tahun Depan

Buka Jampang Ngabhuana 3, Bupati Sukabumi Asep Japar Upayakan Dana Hibah Tahun Depan

Bupati Sukabumi Asep Japar didamping Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dewan Batman, Ketua JTM hingga Kadis Pariwisata. (Sumber : SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com - Gelaran Jampang Ngabhuana 3 bukan sekadar panggung pertunjukan seni dan budaya lokal. Di balik kemeriahannya yang berlangsung di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026), ajang ini menjadi ruang konsolidasi warga untuk memperjuangkan kemajuan dan pemerataan pembangunan di wilayah Pajampangan.

​Mengusung tema “Muka Lawang Jampang”, acara yang digagas oleh Paguyuban Jampang Tandang Makalangan ini sukses mempertemukan berbagai elemen masyarakat—mulai dari pelaku seni, tokoh budaya, pelaku UMKM, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga unsur pemerintahan.

​Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, Hendra Permana, menegaskan bahwa paguyuban yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan penampung aspirasi masyarakat Jampang.

Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang, Pemkab Sukabumi Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Desa Mekarsari

​Infrastruktur dan Isu Sosial Jadi Perhatian Utama

​Di tengah kemeriahan acara, Hendra turut menyoroti sejumlah isu vital di Pajampangan, salah satunya adalah percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Meskipun pembangunan di beberapa titik telah berjalan, masih terdapat sejumlah jalur strategis yang membutuhkan perbaikan mendesak.

​"Melalui kebersamaan ini, harapan kami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jampang bisa diperjuangkan bersama," ujar Hendra.

​Selain masalah infrastruktur, pihak paguyuban juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan sosial, khususnya ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pemuda. Menurut Hendra, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari fisik, melainkan juga penguatan karakter, kepedulian sosial, serta keterlibatan aktif generasi muda.

​Saat ini, struktur kepengurusan paguyuban telah merambah ke berbagai wilayah. Dari total 54 kecamatan dalam cakupan wilayahnya (47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan 7 kecamatan di Kota Sukabumi), sebagian besar telah mulai terbentuk untuk memperkuat jaringan kebersamaan warga.

Baca Juga: Lima Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi, Dua Orang Masih Hilang

​Bupati Sukabumi Buka Peluang Dukungan Hibah

​Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang hadir langsung untuk membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Paguyuban Jampang Tandang Makalangan dalam merawat tradisi lokal.

​Melihat dampak positifnya terhadap kebudayaan dan geliat ekonomi UMKM, Asep merencanakan alokasi dukungan anggaran khusus melalui mekanisme hibah pada tahun mendatang.

​"Baru tiga tahun berjalan, kegiatan ini sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Insyaallah, ke depan akan kita dukung dan kita upayakan agar tahun depan bisa mendapatkan hibah untuk pengembangan kegiatan ini," ungkap Asep Japar.

​Selain itu, Bupati menekankan pentingnya ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang membuka stan selama acara berlangsung guna memperluas jangkauan pasar produk lokal Pajampangan.

Baca Juga: Dinas PU Sukabumi Rehabilitasi Jalan Benda-Durengede Cicurug, Drainase Jadi Pertimbangan

​Sinergi untuk Pembangunan Pajampangan yang Merata

​Hendra menambahkan bahwa terselenggaranya Jampang Ngabhuana 3 merupakan buah dari kolaborasi banyak pihak. Ia berharap event ini dapat terus menjadi agenda rutin tahunan yang didukung penuh secara bersinergi oleh pemerintah maupun pihak swasta.

​"Kami membutuhkan dukungan, tetapi kami juga terus berupaya mandiri. Insyaallah, dengan bergandengan tangan, sinergi yang baik akan terus terjalin," pungkasnya.

​Pembukaan Jampang Ngabhuana 3 turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, kepala perangkat daerah, para camat se-wilayah Pajampangan, kepala desa, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

​Melalui momentum ini, masyarakat berharap pelestarian budaya dapat terus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga serta percepatan pembangunan wilayah Pajampangan secara merata. (adv)

 

Berita Terkini