Heboh Kabar Pengungsi di Warungkondang Cianjur Meninggal Kelaparan, Camat: Karena Sakit
Pengungsi tersebut sudah sakit sebelum bencana gempa terjadi.
Pengungsi tersebut sudah sakit sebelum bencana gempa terjadi.
Ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Wawan Gunawan usai mengikuti Rapat Pembahasan Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi, di Ruang Rapat BKPSDM, Jumat (25/11/2022).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pada operasi pencarian hari ini Jumat (25/11/2022) ditemukan 17 Jenazah
Kelima jenazah korban gempa Cianjur itu dievakuasi Tim SAR gabungan Polri-TNI dan Basarnas
Azka (5 tahun), ditemukan selamat usai 3 hari tertimbun reruntuhan rumah akibat gempa Cianjur.
BNPB menambahkan, masih ada korban hilang di satu wilayah desa akibat tertimbun longsor yang terjadi pasca gempa
Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyebabkan kerusakan juga menelan korban jiwa serta korban luka.
Fokus penanganan korban bencana saat ini diberikan kepada korban luka berat dan luka ringan agar tidak terjadi perburukan dan mengancam jiwa.
Mereka mengungsi di tenda-tenda seadanya yang beratap terpal dan beralaskan tikar.
Sebanyak 74 orang korban gempa Cianjur yang dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH Sukabumi.
Penyintas bencana sering kesulitan mendapatkan angkutan untuk warga yang sakit atau terluka dan harus dibawah ke fasilitas kesehatan.
Rombongan pertama komunitas ini menyentuh korban bencana pada Senin malam, atau beberapa jam setelah gempa M5.6 meluluhlantakan Cianjur dan Sukabumi.
Anak laki-laki ini ditemukan dibalik reruntuhan bangunan rumah di Kampung Rawacina RT 02/16, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Derasnya luapan banjir di jalan desa ini direkam oleh warga yang kemudian viral di media sosial.
Yang mengungsi ada sejumlah 58.362 orang. Kerugian material, rumah rusak berat dapat informasi 6570 unit. Rusak sedang 2071 unit. Rumah ringan 12641 unit.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi.