SUKABUMIUPDATE.com - Bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, resmi mengembalikan formulir beserta berkas persyaratan pencalonan pada Jumat (23/10/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Langkah ini dilakukan persis beberapa jam menjelang pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Hotel Pangrango.
Menariknya dalam pengembalian berkas di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Jalan Suryakencana, Kota Sukabumi tersebut, Asep Japar datang didampingi langsung oleh Budi Azhar Mutawali, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat dalam bursa kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Tubagus Mulyana Syahrudin, mengonfirmasi bahwa berkas pendaftaran Asep Japar telah diperiksa oleh Steering Committee (SC) dan dinyatakan lengkap secara administrasi.
"Pengembalian formulir pendaftaran calon ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi periode 2026–2030 oleh SC sudah diperiksa dan dinyatakan lengkap. Selanjutnya akan dilakukan tahapan verifikasi faktual oleh tim dari DPD Golkar Jawa Barat," kata TB Mulyana kepada sukabumiupdate.com di lokasi.
Baca Juga: Bupati Asep Japar Serius Maju di Musda Golkar Sukabumi, Ambil Sendiri Formulir Balon
TB Mulyana menjelaskan, hingga batas akhir penutupan pendaftaran, praktis hanya Asep Japar yang mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua.
"Karena yang mengambil formulir itu satu orang, atas nama Pak Asep Japar, jadi saya pastikan yang mengembalikan formulir juga hanya satu orang," ujarnya.
Sebelumnya, panitia menetapkan batas waktu pengembalian formulir hingga pukul 24.00 WIB. Namun, dengan telah dikembalikannya formulir oleh satu-satunya pendaftar, tahapan tersebut dimungkinkan untuk ditutup lebih cepat.
Persyaratan Pencalonan Masih Diverifikasi
Menanggapi riak dan dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang sempat menghangat belakangan ini, TB Mulyana menganggap hal tersebut sebagai dinamika yang lumrah dalam organisasi besar.
"Golkar itu terbiasa dengan dinamika, dan Golkar pun terbiasa menangani dinamika. Sehingga apa pun dinamikanya, kami sama sekali tidak terganggu dengan dinamika dalam proses atau pelaksanaan tahapan Musda," katanya.
Sementara terkait persyaratan administratif kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar minimal lima tahun, TB Mulyana menjelaskan bahwa hal tersebut telah diakomodasi melalui mekanisme hak khusus hak prerogatif organisasi.
"Ketika salah satu persyaratan tidak terpenuhi, itu bisa dipenuhi dengan diskresi. Yang mengeluarkan diskresi adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar, ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Golkar," jelasnya.
Menurut TB Mulyana, diskresi tersebut dapat menjadi mekanisme untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam proses pencalonan.
Ia menegaskan, berdasarkan pemeriksaan SC, seluruh persyaratan yang diserahkan Asep Japar telah dinyatakan lengkap.
"Persyaratan ini versi SC sudah lengkap dan akan diverifikasi secara cermat oleh tim Golkar Jawa Barat, yang hasilnya bisa diumumkan besok hari pada saat pelaksanaan Musda," ujarnya.
Selain kelengkapan administrasi, proses verifikasi juga akan mencermati dokumen dukungan yang menjadi bagian dari persyaratan pencalonan.
TB Mulyana mengatakan tim verifikasi dari DPD Partai Golkar Jawa Barat akan meneliti keabsahan setiap dukungan, termasuk redaksi atau kalimat dalam surat dukungan.
"Untuk verifikasi itu nanti akan dicermati dukungan itu sah atau tidak, kalimat-kalimatnya akan dicermati berbentuk dukungan atau tidak. Yang pasti akan dicermati semuanya dan tidak ada diberikan celah oleh tim verifikasi Jabar kalau ada syarat yang tidak terpenuhi," katanya.
Baca Juga: Dua Mantan Ketua KNPI Berebut Kursi Golkar 1 Kota Sukabumi
Budi Azhar Sebut 47 PK Dukung Asep Japar
Kehadiran Budi Azhar saat pengembalian berkas berlangsung seolah menepis isu perpecahan di tengah persaingan internal menjelang Musda. Budi menyampaikan bahwa dinamika internal partai telah dikelola dengan baik dan menjadi bagian dari konsolidasi organisasi.
"Dalam beberapa waktu yang lalu dinamika Partai Golkar, tetapi apa yang disampaikan oleh Plt bahwa memang betul kami sudah teruji dan ini adalah untuk memperlihatkan bentuk loyalitas kader terhadap partai sehingga dinamika itu bisa terselesaikan dengan baik," ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tersebut.
Budi juga menyatakan kebanggaannya menjadi kader Golkar dan menegaskan komitmennya untuk bersama-sama membesarkan partai.
"Yang pasti saya bangga menjadi kader Partai Golkar dan ke depan akan bersama-sama membesarkan Partai Golkar," katanya.
Terkait dukungan pencalonan, Budi menyebut Asep Japar telah memperoleh dukungan dari 47 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Sukabumi. Dukungan tertulis tersebut selanjutnya akan diperiksa oleh tim verifikasi DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk memastikan keabsahannya.
Sementara itu, Asep Japar menyampaikan terima kasih kepada para kader dan keluarga besar Partai Golkar atas dukungan yang diberikan selama proses pencalonan. Bupati Sukabumi yang diusung Partai Golkar itu berharap tahapan Musda berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat konsolidasi partai.
"Bahwa hari ini adalah pengembalian berkas formulir pendaftaran dan saya ingin menyampaikan kepada seluruh kader keluarga besar Golkar dan saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya," ujarnya singkat.















