Urusan Konsumsi Minuman Berpemanis, Indonesia Peringkat Tiga Asia

Jumat 13 November 2020, 13:16 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (PKMK UGM) menyampaikan, Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam konsumsi minuman berpemanis di Asia Tenggara. Jumlah konsumsi minuman berpemanis sebanyak 20,23 liter per orang setiap tahunnya.

Tingginya konsumsi minuman berpemanis berpotensi memiliki dampak terhadap tingginya angka kematian dan sakit akibat kelebihan berat badan, obesitas, serta penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Kepada suara.com, koordinator Peneliti PKMK UGM Relmbuss Biljers Fanda menyampaikan bahwa saat ini 43 juta anak usia 0–5 tahun di seluruh dunia mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Ia juga menyebutkan, prevalensi obesitas pada anak diperkirakan meningkat dari 4,2 persen pada tahun 1990 menjadi 9,1 persen pada tahun 2020.

"Di Indonesia, kasus PTM telah menjadi beban bagi masyarakat karena BPJS Kesehatan harus membayar Rp14,4 triliun pada 2017 untuk menangani kasus tersebut," ujar Relmbuss.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi tingginya konsumsi minuman berpemanis di Indonesia. Di antaranya ialah lemahnya sistem regulasi di Indonesia yang mengatur tentang penjualan minuman manis. Para pemangku kepentingan belum bisa fokus untuk menangangi masalah tingginya angka konsumsi minuman tersebut.

Faktor kedua ialah terjangkaunya harga minuman manis di Indonesia. Rata-rata penjualan produk minuman manis di toko online seharga Rp1.000,00 per 180 ml. Harga tersebut menjangkau masyarakat berpenghasilan sedang ke bawah. Sehingga semua masyarakat dapat mengkonsumsi minuman tersebut.

Faktor ketiga ialah gencarnya pemasaran minuman manis, salah satunya melalui iklan media massa. Di Indonesia, iklan minuman manis ditayangkan secara luas di keempat stasiun televisi swasta di Indonesia. Iklan paling tinggi ditayangkan pada hari Sabtu dan Minggu ketika program anak-anak ditayangkan.

"Fakta saat ini di Indonesia, 62 persen anak mengonsumsi minuman berpemanis setidaknya seminggu sekali," imbuh Relmbuss.

PKMK UGM mengusulkan beberapa rekomendasi kebijakan, pertama ialah mengatasi permasalahan ketersediaan, aksesibilitas dan pemasaran produk minuman dengan tiga cara. Rekomendasi ini memiliki tiga konsep utama. 

Pertama, membatasi ketersediaan minuman manis terutama di sekitar sekolah. Kedua, memastikan ketersediaan minuman yang lebih sehat di sekolah, rumah sakit, supermarket dan restoran. Ketiga mengatur pemasaran minuman berpemanis.

Rekomendasi kedua, penerapan kebijakan fiskal untuk mendorong perubahan perilaku dalam mengonsumsi produk yang lebih sehat. Misalnya dengan penerapan pajak minuman pemanis yang juga direkomendasikan oleh WHO. Hal itu bertujuan untuk menekan angka penyakit tidak menular obesitas yang semakin meningkat secara global.

"Memberikan pajak kepada minuman berpemanis akan memiliki dampak terhadap penurunan niat masyarakat dalam membeli minuman tersebut. Di saat yang sama, masyarakat dapat memilih minuman yang lebih sehat dengan harga yang lebih terjangkau," tukasnya.

Rekomendasi ketiga, pelaksanaan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak minuman berpemanis. Rekomendasi ini dapat dilakukan dengan tiga cara, pertama menerapkan intervensi perubahan perilaku. Kedua, memastikan ketersediaan label alarm yang jelas pada kemasan minuman manis. Ketiga, meningkatkan iklan layanan masyarakat di televisi tentang gaya hidup sehat.

Tiga rekomendasi kebijakan ini bisa menjadi alternatif jitu untuk menurunkan tingkat konsumsi minuman manis dan tingginya kasus penyakit tidak menular. Jika diabaikan, dampak kesehatan dari tingginya konsumsi minuman berpemanis akan terus meningkat. Tingginya biaya layanan kesehatan terhadap PTM dan kegemukan dapat dikurangi jika rekomendasi kebijakan tersebut diterapkan.

SUMBER: SUARA.COM

 

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Berita Terkini
Sehat21 Juli 2024, 09:00 WIB

10 Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih, Jangan Sampai Lupa!

Minum air ternyata ada waktu terbaiknya loh yang perlu Anda ketahui.
Ilustrasi minum air putih. Minum air ternyata ada waktu terbaiknya loh yang perlu Anda ketahui.| (Sumber : Freepik.com)
Life21 Juli 2024, 08:00 WIB

5 Kebiasaan Orang Miskin yang Membuat Hidupnya Sulit Sukses, Hindari Sikap Ini!

Orang miskin seringkali memiliki pola pikir yang negatif tentang uang dan kesuksesan. Hal ini dapat membuat mereka sulit untuk keluar dari siklus kemiskinan.
Ilustrasi. Kebiasaan Orang Miskin yang Membuat Hidupnya Sulit Sukses (Sumber : Freepik/@freepik)
Food & Travel21 Juli 2024, 07:00 WIB

Resep Gula Jawa: Cara Membuat, Manfaat & Perbedaannya dengan Gula Aren

Gula jawa juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula putih biasa, sehingga bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk mengelola kadar gula darah.
Ilustrasi. Resep Gula Jawa: Cara Membuat, Manfaat dan Perbedaan dengan Gula Aren (Sumber : Freepik/@freepik)
Science21 Juli 2024, 06:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 21 Juli 2024, Minggu Pagi Potensi Cerah Berawan untuk Wilayah Sukabumi

Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan dan berawan pada Minggu Juli 2024.
Ilustrasi - Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan dan berawan pada Minggu Juli 2024.(Sumber : Freepik.com/@fanjianhua)
Sukabumi20 Juli 2024, 22:33 WIB

Sempat Terserempet Motor, Surtini Korban Tewas Tabrak Lari Mobil di Sukabumi

Euis membiarkan Surtini karena belum mengetahui kondisi kepribadiannya.
Euis Julaeha (54 tahun), ketua RT tempat Surtini (62 tahun) menjadi korban tabrak lari mobil di Kampung Ciutara RT 16/07 Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ibnu Sanubari
Arena20 Juli 2024, 21:07 WIB

Pertama di Asia, Atlet Asal Sukabumi Berhasil Lakukan 10 Kali Juggling Bola di Udara

Fikri terbang dengan ketinggian 1.300 mdpl didampingi pilot paralayang profesional, Derry Farhan Mutaqin.
Muhammad Fikri Sirath saat melakukan juggling bola di udara. | Foto: Muhammad Fikri Sirath
Life20 Juli 2024, 21:00 WIB

10 Cara Mengetahui Karakter Seseorang, Perhatikan Bagaimana Dia Mengelola Uang

Mengetahui karakter seseorang memerlukan observasi mendalam dan interaksi yang konsisten.
Ilustrasi. Mengetahui karakter seseorang memerlukan observasi mendalam dan interaksi yang konsisten. (Sumber : pixabay.com/@SzilárdSzabó)
Sukabumi20 Juli 2024, 20:20 WIB

Polisi Selidiki Temuan Limbah Sampel Darah di Jalanan Parungkuda Sukabumi

Polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal sampel darah.
Polisi di lokasi penemuan limbah tabung sampel darah di Jalan Kompa-Cipanggulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa
Film20 Juli 2024, 20:00 WIB

5 Rekomendasi Anime Isekai Terbaik yang Wajib Kamu Tonton

Anime isekai telah menjadi subgenre yang populer karena ceritanya yang beragam, karakter yang menarik, dan tema yang membebaskan
Reincarnated as a Sword - Anime isekai telah menjadi subgenre yang populer karena ceritanya yang beragam, karakter yang menarik, dan tema yang membebaskan (Sumber : imdb.com).
Life20 Juli 2024, 19:00 WIB

Kamu Merasa Sulit Sukses? Kenali 5 Kebiasaan Buruk yang Menjadi Penghambatnya

Jika kamu ingin mencapai kesuksesan, penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang positif.
Ilustrasi - Jika kamu ingin mencapai kesuksesan, penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang positif. (Sumber : unsplash.com/@Joshua Rawson-Harris)