Dinilai Pekerjaan Asal-asalan, Warga Simpenan Kabupaten Sukabumi Keluhkan Pembangunan Drainase

[object Object]
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Dinilai Pekerjaan Asal-asalan, Warga Simpenan Kabupaten Sukabumi Keluhkan Pembangunan Drainase

SUKABUMIUPDATE.com - Warga mengeluhkan pembangunan proyek drainase di sepanjang Jalan Raya Cisarakan, Kampung Cisarakan, Desa loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang pekerjaannya terkesan asal-asalan karena diduga adukannya kurang semen, sehingga hasilnya tidak keras atau rapuh.

Misalnya saja, Wili asal Simpenan yang mengeluhkan kondisi tersebut. Kalau dilihat dari adukannya, kata Wili, sepertinya diduga kurang semen, dan pengerjaannya pun terkesan asal-asalan, terlihat dengan beberapa bangunan drainase yang belum lama diselesaikan namun sudah roboh kembali.

BACA JUGA: Kubangan Sepanjang 2,5 Kilometer di Jalan Penghubung Kecamatan Simpenan-Ciemas Kabupaten Sukabumi

Sehingga dirinya menduga, selama pengerjaannya tidak maksimal. “Bagaimana ini? Pengerjaannya baru saja tiga bulan, sudah banyak yang roboh. Saya anggap, pengerjaan ini hanya asal tempel saja,” tudingnya, kepada sukabumiupdate.com saat dikonfirmasi, Kamis (14/12/2017).

Terkait persoalan ini, tambah Wili, terkesan ada permainan didalamnya, antara pengawas dan pemborong. “Masa iya sih, pengawasnya tidak melihat drainase ada yang terlihat besinya seperti itu, atau apa memang tidak pernah diawasi sama sekali,” sampainya penuh tanda tanya.

Sementara Ujang Uus, asal Cisarakan, mengeluhkan pengerjaan yang seharusnya menggunakan batu beskos, tapi fakta di lapangannya berbeda. ”Saya mewakili warga di sini. Seharusnya ini yang digunakan batu beskos, bukan tanah, dan saya rasa tidak mungkin, jika di gambarnya tanah yang digunakan,” keluhnya, dalam kesempatan terpisah.

Jika pekerjaan tersebut sampai tidak diperbaiki dengan bahan yang layak, dirinya pun bersama warga lainnya akan mendatangi pemborongnya.

BACA JUGA: Ganti Rugi Tidak Jelas, Puluhan Massa FBK Simpenan Kabupaten Sukabumi Datangi Pengembang

"Saya pernah melakukan diskusi, dua hari ke belakang. Sekitar hari Selasa (12/12/2017) dengan pemborongnya. Janjinya hari ini (Kamis-red) mau diperbaiki, tapi kenyataannya belum juga diperbaiki. Jika sampai terus seperti ini, terpaksa saya bersama warga akan demo,” ancamnya.

Salah satu alasannya, sambung Ujang, karena kasihan dengan anak-anak sekolah. “Bukan apa-apa, di atasnya kan ada sekolahan. Apalagi sekarang musim hujan, seperti kubangan kerbau saja,” sindirnya.

Berita Terkini