Desakan 2 Tahun Mundur Bupati Sukabumi Dinilai Wajar, Apa Alasannya?

[object Object]
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Desakan 2 Tahun Mundur Bupati Sukabumi Dinilai Wajar, Apa Alasannya?

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Bidang Perhubungan dan Transportasi Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Aris Rindiansyah dan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Dewek Sapta Anugrah menyesalkan pernyataan Bupati Sukabumi Marwan Hamami, terkait maraknya penggunaan hastag dua tahun mundur (#2tahun mundur) di media sosial.

Aris Rindiansyah menilai, penggunaan hashtag #2tahunmundur adalah murni gerakan moral untuk menagih janji Bupati yang diucapkan satu tahun lalu. Ia mengingatkan, ucapan itu dikatakan Bupati Marwan saat membuka Pelatihan Kader Ulama (PKU) XV, di Gedung Islamic Center, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, November 2016.

BACA JUGA: Didesak Dua Tahun Mundur, Bupati Marwan: Itu Ada yang Membiayai

Aris menambahkan, seharusnya Bupati Marwan lebih fokus menjawab janji kampanye. Bukan membuat banyak pernyataan yang kontra produktif.

Realisasi janji kampanye, menurut Aris, harus dilakukan untuk menjawab ketidakpuasan masyarakat atas kinerja bupati.

"Kalau kemudian rame mununtut Bupati mundur, ya wajar kan ini janji dia,” tutur Aris, melalui sambungan telepon, Minggu (3/12/2017).

BACA JUGA: Bupati Sukabumi: Dua Tahun Tidak ada Perubahan, Saya Siap Mundur

Hal senada juga disampaikan, Dewek Sapta Anugrah.  Mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri ini menilai, pernyataan Bupati soal ada pihak yang membiayai gerakan adalah pernyataan keliru.

"Perlu diluruskan, hashtag #2tahunmundur adalah murni gerakan opini publik, kerena masyarakat menganggap selama ini Bupati Sukabumi telah gagal merelisasikan janjinya," kata Dewek. 

BACA JUGA: Bupati Sukabumi Nilai Dukungan Infrastruktur dari Pusat, Telat

Dewek menyebut pernyataan Bupati, yang menuduh gerakan dua tahun mundur dibiayai, adalah bohong besar. Ia menyarankan agar Bupati Sukabumi menjawab seluruh janji saat kampanye secara riil. Bukan sibuk membuat pernyatan yang bisa jadi merugikan diri sendiri.

“Sepertinya, Bupati lebih sibuk mambuat pernyataan, ketimbang merelisasikan janji dulu saat kampanye” sindir Dewek.

Berita Terkini