Dampak Gelombang Pasang, 171 Jiwa masih Mengungsi di SMK Pelayaran Cipatuguran Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Dampak Gelombang Pasang, 171 Jiwa masih Mengungsi di SMK Pelayaran Cipatuguran Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com – Dampak bencana alam gelombang air laut yang terjadi, Kamis (30/11/2017) di Kampung Cipatuguran, RT 21, 22, dan RT 04, RW 02, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah warga terpaksa harus diungsikan ke SMK Pelayaran, di Kampung Patuguran, Jumat (1/12/2017).

Informasi dihimpun, dari tiga ke RT an tersebut, sebanyak 171 jiwa, dari 47 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.

BACA JUGA: Basarnas Pos SAR Sukabumi Ingatkan Masyarakat dan Nelayan

Tendi Satriadzi (34 tahun), warga Cipatuguran mengatakan para korban dampak gelombang air laut yang pasang, saat ini masih ada di tempat pengungsian SMK Pelayaran Cipatuguran.

"Masih ngungsi di SMK Pelayaran. Meskipun sementara, tapi cuaca sudah kembali aman," ujar Tendi, kepada sukabumiupdate.com sore tadi.

Tendi menjelaskan untuk bantuan makanan dan minuman sudah ada dari berbagai pihak, seperti dari BPBD, dan Puskesmas Palabuhanratu.

Rencananya, kata Tendi, Minggu (3/12/2017) para pengungsi akan kembali, namun tetap melihat situasi cuaca terlebih dahulu. 

"Bantuan sudah ada, beras dapat tiga karung, sarden dua dus, nasi 100 bungkus dari BPBD. Sedangkan dari Puskesmas, ada roti enam kantung, sama air mineral dua dus," beber Tendi.

Kalau melihat situasi cuaca masih seperti sekarang, lanjutnya, sudah aman seperti biasa, kemungkinan para pengungsi Bisa kembali ke rumah masing-masing, Sabtu (2/12/2017) besok.

"Ya, kalau memungkinkan, cuacanya aman, besok juga kembali ke rumah masing-masing. Tapi yang ditakutkan, seperti malam tadi (tadi malam-red), takut ada susulan. Intinya lihat situasi dulu, besok," pungkas Tendi.

BACA JUGA: Basarnas Pos SAR Sukabumi Ingatkan Masyarakat dan Nelayan

Sementara Ketua RW 21, Ujang Sudira menambahkan alasan para korban bencana alam gelombang air laut diungsikan ke SMK Pelayaran Patuguran, dikarenakan sesuai petunjuk dan arahan dari BPBD Kabupaten Sukabumi, supaya ada ketenangan, kenyamanan, serta para pengungsi terpusat di satu titik.

"Kalau mereka mengungsi ke tetangga, atau saudara terdekatnya, ditakutkan mengganggu ketenangan keluarga juga tetangganya. Jadi kita putuskan di satu titik, dan apabila ada yang kurang berkenan dengan keputusan tersebut, kita mohon maaf yang sebesar-besarnya," terang Ujang, dalam kesempatan sama.

Berita Terkini