Nama Calon Dewan Pengawas PDAM Bocor, Pengamat : Itu Bagi-bagi Kekuasaan Ceroboh

[object Object]
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Nama Calon Dewan Pengawas PDAM Bocor, Pengamat : Itu Bagi-bagi Kekuasaan Ceroboh

SUKABUMIUPDATE.com - Bocornya nama-nama calon dewan pengawas PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, yang rencananya akan di lantik esok hari, mendapat reaksi dari pengamat kebijakan publik, Bayu Risnandar.

Menurutnya, dari bocoran yang tersebar nama calon dewan pengawas yakni Dedi Sutisna dari Partai Golkar, A Yamin dari Partai Demokrat serta Suhaelah dari Partai Gerindra, dinilai Bayu sebagai langkah pembayaran hutang politik Bupati yang justru dinilai gagal.

BACA JUGA: Bocor ! Tiga Nama Ini Kandidat Kuat Dewan Pengawas PDAM Tirta Jaya Mandiri ?

"Kalau dilihat dari nama-nama tersebut sudah barang tentu itu orang Bupati semua," jelas Bayu, kepada sukabumiupdate.com, Minggu (26/11/2017).

Kata Bayu, persoalan perusahaan baik plat merah atau bukan. Sudah seharusnya diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Meskipun dalam hal ini nama-nama tersebut sebagai dewan pengawas, tetap saja harus mengetahui bidang tersebut.

Menurut Bayu, dewan pengawas merupakan komisaris di perusahaan tersebut, yang mau tidak mau harus memikirkan tentang kalangsung perusahaan. Selain itu menurut Bayu, fungsi dewan pengawasan juga memberikan saran dan arahan kepada direksi.

"Faktor kompetensi dan profesionalisme harus benar-benar dipertimbangkan, dalam pengakatan dewan pengawas, karena tujuan dari perusahaan itu ya mencari untung, bukan bagi bagi kekuasaan," tegasnya.

BACA JUGA: Kenalkan Produk Baru, PDAM TJM Sukabumi Cabang Palabuhanratu Buka Stand di PRS II

Selain itu, lanjut Bayu, dilihat dari sisi akomodasi politik pun, nama-nama tersebut terlalu Bupati sentris, dan diduga kuat tidak ada komunikasi dengan orang-orang disekitarnya termasuk Wakil Bupati Sukabumi yang menjadi pendampingnya. 

"Di semua Perumda, diduga kuat semua satu gerbong orang Bupati, tidak ada kekuatan Pak Wakil Bupati, menurut saya ini sebuah akomodasi politik yang ceroboh karena Pak Bupati berjalan sendirian dengan mendorong orang-orang yang sangat dekat dengan dia saja," tutupnya.

Berita Terkini