Sampah di Desa Pasirhalang Kabupaten Sukabumi Jadi Masalah Warga

[object Object]
Sabtu 19 Agu 2017, 10:16 WIB
Sampah di Desa Pasirhalang Kabupaten Sukabumi Jadi Masalah Warga

SUKABUMIUPDATE.com - Sampah, sampah, di mana-mana sampah. Sampah buang ke mana? Satu hari satu tong sampah, dua hari dua tong sampah, lima hari lima tong sampah, satu tahun hitung sendiri’. Penggalan syair lagu asal musisi Bandung, Bimbo di tahun 1982 berjudul "Sampah" ini sangatlah pas.

BACA JUGA: Lingkungan Sekitar SPBU di Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jadi Tempat Buang Sampah

Begitu juga dengan tumpukan sampah yang mulai menggunung di lingkungan warga, tepatnya di Kampung Cisero RT 02/06, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin hari kian menumpuk akibat buangan warga sekitar.

Informasi dihimpun, sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) yang membuang sampah aktif di tempat tersebut, akibatnya kini mulai menimbulkan bau busuk dan mengganggu warga sekitar.

Sementara, lahan tempat buang sampah tersebut merupakan milik Ujer, warga setempat. Ia pun selaku pemilik lahan hanya bisa pasrah dan merasa kesal dengan warga yang selalu membuang sampah sembarangan di tempatnya tersebut.

“Kalau hujan bau busuk dari tempat (Sampah) tersebut tercium hingga mengundang ribuan lalat memenuhi rumah-rumah warga yang berdekatan dengan lokasi pembuangan. Kalau musim kemarau, seperti sekarang, lalatnya malah bertambah banyak,” ujar Ujer, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (19/8/2017).

BACA JUGA: Dua Jenis BBM Kosong di Tiga SPBU Pajampangan Kabupaten Sukabumi

Seperti dialami Ojon (70 tahun). Dirinya mengaku sampai tidak berani membukakan pintu rumah. “Takut lalat-lalatnya masuk rumah. Saking banyaknya, bisa jadi bibit penyakit juga nantinya,” ucap pria yang akrab dengan panggilan Abah Ojon ini dalam kesempatan sama.

Sementara Ketua RT setempat, Nana Sumpena mengaku bingung dengan warganya itu. “Warga yang buang sampah di sini susah dikasih tahu. Tanpa disadari, mereka sudah mengundang penyakit, akibat bau busuknya dari sampah-sampah tersebut. Apalagi lokasi sampah ini dekat dengan pemukiman,” ungkapnya masih dalam kesempatan sama.

Ia pun bersama warga lainnya sudah sering bergotong royong membersihkan sampah-sampah tersebut.

“Tapi ke mana sampah yang sudah menggunung ini dibuangnya? Kami bersama warga pun sudah mengajukan ke Desa, namun belum ada tanggapan dari Pak Kadesnya. Ya, minimal dalam satu atau dua minggu, ada truk sampah milik Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Sukabumi yang rutin mengangkut,” harapnya.

Nana mengungkapkan, sebetulnya warga pun tidak keberatan, kalau harus bayar uang iuran kebersihan. “Sebab, selain bau busuk dan kotor, juga sangat mengganggu orang yang lalu lalang karena baunya,” ungkap Nana.

Beda halnya dengan salah seorang warga yang tak mau ditulis namanya. Menurutnya, Desa Pasirhalang merupakan salah satu perwakilan sebagai peserta dalam Lomba Desa Model tingkat kabupaten dan provinsi.

“Masa banyak tumpukan sampah di wilayahnya tidak terlihat. Kalau saya pejabat atau panitia lomba, saya suruh mundur saja Desa Pasirhalang, sebagai peserta Desa Model,” tukasnya.

BACA JUGA: Tak Ada TPSS, Warga Bojonghaur Kabupaten Sukabumi Buang Sampah ke Sungai Cikaso

Berdasarkan pengamatannya, ada beberapa lokasi timbunan sampah yang tidak dikelola dengan baik, di dalam pemukiman warga, ataupun di pinggir-pinggir sungai. “Sampah-sampahnya sudah terlalu menumpuk, sepertinya didiamkan begitu saja,” sampainya.

Harusnya kata dirinya, Pemerintah Desa, dan Kecamatan Sukaraja, memberikan solusi tempat penampungan sampah sementara bagi warganya.

“Nantinya baru diangkut oleh petugas unit kebersihan. Jadi tidak ada yang namanya penumpukan sampah, seperti di Jembatan Sukaraja Kampung Tugu RT 01/09, mereka menjadikan aliran sungai tersebut sebagai tempat pembuangan sampah warga,” terangnya.

BACA JUGA: Aki Uci Berharap Pembuang Sampah ke Sungai Cipelangleutik Kota Sukabumi Diberi Hidayah

Sedangkan Engkos, warga sekitar, mengaku selalu membakar sampah-sampah tersebut. “Daripada makin numpuk. Tapi polusi (Asapnya) malah mengganggu warga juga. Tau lah, saya bingung jadinya, mesti gimana lagi menyingkirkan sampah-sampah ini,” keluh Engkos.

Bahkan menurutnya, mereka, sebagian warga Kampung Tugu, lebih senang membuang sampahnya di aliran sungai Sukaraja, atau di kolong jembatan karena tidak adanya lahan untuk penampungan sampah warga.

“Alhasil, sampah yang mereka buang pun menumpuk juga. Kadang membuat aliran sungai jadi tersumbat,” terangnya.

Berita Terkini