SUKABUMIUPDATE.com - Jelita Agustina (1 tahun), anak perempuan yang divonis mengidap penyakit Hidrosefalus ini tengah membutuhkan uluran tangan karena orang tuanya yang hanya buruh bangunan tersebut tergolong berekonomi rendah sehingga tak mampu membiayai pengobatan putri tercinta itu.
Jelita yang kini tinggal bersama kedua orang tuanya di Kampung Babakan Cipeuncit RT 05/02, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebenarnya telah empat kali dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH (Bunut) Kota Sukabumi dan menjalani operasi.
BACA JUGA:Â Penderita Hidrosefalus dan Bibir Sumbing di Cimanggu Kabupaten Sukabumi Butuh Uluran Tangan
"Awalnya, setelah dua bulan lahir, suka kejang, step dingin, lalu di bawa ke Bunut dan pernah koma selama empat hari di ruang ICU anak," ujar Dea Siti (22 tahun), ibu Jelita kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (19/8/2017).
Setelah berobat tambah Dea, sebetulnya Jelita sudah dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung, namun karena keterbatasan biaya sehingga urung dibawa.
"Dokter spesialis di Bunut menyarankan untuk dirujuk ke Bandung, tapi untuk biayanya tidak memungkinkan. Mendapatkan uang untuk makan sehari-hari saja sudah bersyukur," tuturnya.
Kini, lanjut Dea, setiap bulan harus membeli obat kejang buat putri kesayangannya (Jelita) itu, dan ganti perban tiap hari bekas operasi.
BACA JUGA:Â Lemas Tubuh Ramdani, Bocah Cibadak Kabupaten Sukabumi
"Obat kejang sebulan Rp188 ribu dan menurut saya itu sudah terbilang mahal. Kadang dari tabungan kalau pun tidak ada suka meminjam ke tetangga. Untungnya biaya ke rumah sakit menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah," sebutnya.
Sekarang, Jelita pun terpaksa harus menggunakan selang di dalam kepala yang disimpan di bawah kulit dan disalurkan ke pembuangan kencing. Setiap hari harus dipompa, biar cairannya tidak tersendat.
"Tadinya selang berada di sebelah kanan, cuma setelah dioperasi ada infeksi dan kondisinya drop sehingga dipindahkan ke sebaeah kiri. Sekarang berat badan Jelita pun kurang lebih lima Kilogram (Kg)," terangnya.
Beruntung tambah Dea, saat ini ada bantuan berupa susu dan uang saku untuk berobat dari Syiar Islam dan Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) sehingga mengurangi beban hidupnya.
BACA JUGA:Â Bocah Hirschsprung Warungkiara Kabupaten Sukabumi Butuh Uluran Tangan
"Alhamdulillah, saya bersyukur ada yang mau membantu Jelita dan terima kasih sudah memberi perhatian terhadap anak saya," sampainya.
Sementara Kristiawan (SKP) mengaku menyisihkan sebagian hartanya untuk meringankan beban hidup yang dialami Keluarga Dea, serta menyalurkan donasi yang telah mempercayainya untuk berbagi.
"Kami akan suport keluarganya. Jika akan dirawat lagi kami siapa membantu semampunya. Mudah-mudahan masih banyak yang mau membantu Jelita, minimal mengurangi bebannya," singkat Kristiawan dalam kesempatn berbeda.