SUKABUMIUPDATE.com - Di era atau zaman modern seperti sekarang, ternyata mainan berupa kapal perang otok-otok masih bertahan dan banyak diminati serta berani bersaing dengan mainan bertekhnologi canggih lainnya.
“Meskipun permainan anak-anak zaman sekarang sudah modern, bagi saya berjualan mainan kapal otok-otok yang sangat sederhana ini menjadi satu-satunya aset (dagangan) sebagai mata pencaharian kehidupan keluarga saya,†ujar Yanti (59), pedagang mainan kapal otok-otok di Pasar Semi Modern (PSM) Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (17/6).
BACA JUGA:Â Ayam Usia 26 Hari Jadi Primadona di PSM Cibadak Kabupaten Sukabumi
Selain dagang di pasar, terkadang Yanti dengan dibantu suaminya, Zaenudin (60) berjualan keliling kampung, kalau ada acara samenan (kenaikan kelas) di sekolah-sekolah.
"Alhamdulillah, sampai saat ini masih mendapat perhatian dari anak-anak meskipun jualannya tidak seramai apa yang saya inginkan. Sudah delapan tahun jualan mainan (kapal otok-otok) anak-anak di tangga utama PSM Cicurug ini,†ungkapnya.
BACA JUGA:Â Eksis Sejak 1924, Pasar Kemisan Cicurug Kabupaten Sukabumi Makin Diminati Konsumen
Yanti pun masih tetap berharap dagangannya laku, seperti hari ini baru terjual tujuh buah dengan harga per buahnya Rp10 ribu.
"Hanya dengan sumbu kapas dibasahin minyak goreng, mainan kapal otok-otok ini dimasukan ke air di bak atau ember. Mainan kapal otok-otok produk dari Cirebon ini sampai sekarang masih cukup diminati anak-anak,†pungkasnya.