Ganti Rugi Tidak Jelas, Puluhan Massa FBK Simpenan Kabupaten Sukabumi Datangi Pengembang

[object Object]
Jumat 28 Apr 2017, 10:30 WIB
Ganti Rugi Tidak Jelas, Puluhan Massa FBK Simpenan Kabupaten Sukabumi Datangi Pengembang

SUKABUMIUPDATE.com – Puluhan massa Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Kepemudaan yang tergabung dalam Forum Bersama Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Kantor PT Trimurti, Jumat (28/4).

Kedatangan mereka, lantaran tidak transparan dan jelasnya persoalan ganti rugi lahan dan pagar milik warga yang terlewati pembangunan jalan menuju kawasan Geopark di Kampung Sawahlega, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.  

"Kami kesini mempertanyakan papan proyek, sebagai bukti legalitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Trimurti," tegas Koordinator Aksi Dikdik Lugana kepada sukabumiupdate.com.

Selain legalitas, jelas Dikdik, pihaknya mempertanyakan persoalan ganti rugi kepada warga. Seperti lahan yang terkena pelebaran jalan serta pagar rumah yang telah terpangkas, Karena sampai saat ini belum ada kejelasan penggantian.

BACA JUGA:

Sosialisasi Pembangunan Jalan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

Rusak Parah, Jalan Menuju Lokasi Pulau Mandra Geopark Ciletuh Sukabumi

Pemprov Jabar Tata Jalur Menuju Kawasan Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi

"Komitmen perusahaan terhadap pengusaha dan pekerja lokal, ditambah tidak ada kejelasan penggantian tadi menjadi pertanyaan kami," tegasnya.

Aksi yang dilakukan massa tersebut sempat memanas, namun tidak berlangsung lama karena Perwakilan PT Trimurti mengajak berdialog. Sayangnya, Perwakilan PT Trimurti belum bisa menjawab segala tuntutan masa aksi tersebut.

"Saya disini hanya pelaksana lapangan, berdasarkan hasil pertemuan barusan kami sudah laporkan ke pimpinan dan kami yakin beliau akan langsung melaporkan ke pimpinan pusat," ujar Pelaksana Lapangan PT Trimurti, Rahmat.

Sementara Kepala Desa Sangrawayang, Eman Sulaeman, mengaku jika pelebaran jalan yang melewati daerahnya belum ada kejelasan berupa kompensasi dari pihak perusahaan ataupun pemerintah. Hanya saja, rumah dan lahan milik warga yang terkena dampak pelebaran jalan sudah dicatat dan diajukan ke pemerintah untuk mendapatkan kompensasi.

"Jangankan pelebaran jalan, adanya penebangan pohon yang terkena dampak, pagar rumah yang terbongkar lalu di geser sudah difoto dan dilaporkan, sebagai ajuan ke pemerintah untuk konpensasinya. Namun masalah nominalnya saya belum tahu," tegasnya.

 

Berita Terkini