BPBD Kabupaten Sukabumi Gelar Simulasi HKBN

[object Object]
Rabu 26 Apr 2017, 19:13 WIB
BPBD Kabupaten Sukabumi Gelar Simulasi HKBN

SUKABUMIUPDATE.com - Pagi hari, Gempa berkekuatan 6, 7 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Sukabumi. Petugas Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) sontak melakukan asessment (pengecekan) titik lokasi terdampak bencana.

Kampung Sukamulya RT 16/05 Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar menjadi lokasi terparah pada bencana tersebut. Diketahui jumlah warga yang diungsikan mencapai 150 orang, dengan kerusakan rumah 30 unit. Parahnya, pasangan suami istri meninggal dunia karena tertimpa material bangunan rumahnya.

Evakusi korban, pendistribusian sarana prasarana darurat, pendirian tenda, pemasangan light tower, membuka dapur lapangan, pendirian pos keamanan dan kesehatan, hingga pemulihan tanggap darurat dilakukan BPBD Sukabumi.

BACA JUGA:

Hari Ini Longsor Terjadi di Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi

Longsor Tutup Jalan di Lengkong Kabupaten Sukabumi

Tebing Ciawitali Kabupaten Sukabumi Longsor Tutup Jalan Provinsi

Itulah simulasi yang digelar BPBD Kabupaten Sukabumi, dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). “Agenda hari ini sebagaimana yang sudah di canangkan dari pusat, kita mengadakan simulasi penanganan bencana, tepatnya hari ini, tanggal 26, sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional,” terang Kepala Pelaksana BPBD, Usman Jaelani kepada sukabumiupdate.com, Rabu (26/4).

Dalam kiesiapsiagaan bencana, kata dia, berbagai kesiapan, mulai dari prasarana kendaraan, logistik, petugas, semua telah siaga. "Pada waktu bilamana terjadi bencana, kami memang sudah siap.”

Sementara itu, simulasi dalam rangka HKBN ini, terang Usman, diadakan pada empat titik. Satu titik dipusatkan di halaman Kantor BPBD yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cikembar, satu di perusahan yang berlokasi di Desa Unggul, kemudian di PT Glostar Indonesia, serta satu lagi di perusahaan Mersi.

“Dalam HKBN ini ada tiga perusahaan yang melaporkan ikut melakukan simulasi, dan satu organisasi perangkat daerah. Di Kabupaten Sukabumi sendiri, ada 45 kecamatan yang memang rawan gempa cukup tinggi,” pungkasnya.

Berita Terkini