Jalan Nasional Rusak, Sopir 09 Benda-Cibadak Kabupaten Sukabumi Mogok Narik

[object Object]
Selasa 25 Apr 2017, 04:15 WIB
Jalan Nasional Rusak, Sopir 09 Benda-Cibadak Kabupaten Sukabumi Mogok Narik

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan sopir angkutan umum trayek 09, jurusan Cibadak-Benda, Kabupaten Sukabumi, bersama organisasi massa (Ormas) Oakley lakukan aksi mogok jalan, Selasa (25/4).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes rusaknya ruas jalan nasional di sepanjang jalur tersebut. Dalam aksi ini, para sopir membentang spanduk di pinggir jalan Siliwingai, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.

Iwan Paisal (40) seorang sopir angkutan umum menuturkan, di sepanjang jalur Cibadak-Benda, jalan nasional ini rusak parah dan berlubang. Kondisi ini sangat merugikan para pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan umum.

“Kami bayar pajak. Jangan sampai nyawa kami melayang hanya karena jalan rusak. Kami berharap segera diperbaiki. Kalau dibiarkan terus, Sopir Angkot gering kieu mah,” ungkap Iwan.

BACA JUGA:

Kadishub Tanggapi Surat Terbuka untuk Bupati Sukabumi

Jalan Rusak, Macet dan Kendaraan Besar, Surat Terbuka untuk Bupati Sukabumi

Ketua DPRD: Jalan Kutajaya Kabupaten Sukabumi Akan Diperbaiki, Ini Komentar Netizen

Dalam aksinya mereka membawa beragam kertas karton putih bertuliskan antara lain: "Omean Jamatan, Tong Sare Wae", "Jalan Rusak, Sopir Geuring", "Udin Kecewa Kieu Carana Mah", dan "Tolong Perbaiki Jembatan Pamuruyan". 

Sementara Ketua Oakley Endang Kusnadi (45) menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan raya dan Jembatan Pamuruyan yang rusak. “Dampaknya, setiap hari terjadi kemacaten. Apalagi Jembatan Pamuruyan berlubang besar. Ini sangat berbahaya dan menimbulkan kemacaten. Imbasnya pendapatan sopir menurun drastis,” tegas Endang.

Biasanya, kata dia, satu angkutan umum bisa melintas sebanyak lima kali pulang pergi (PP), namun kini hanya tiga kali pulang pergi. “Dalam lima kali pulang pergi saja, pendapatan sopir masih minim. Apalagi hanya tiga kali sehari. Yang ada nombok. Bahkan kadang tak bisa membawa uang pulang ke rumah,” ujar Endang.

Endang menambahkan, demi memberi nafkah terhadap keluarga, ia meminta pemerintah, khususnya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) segera memperbaiki jalan rusak tersebut. 

“Tolong sikapi dan perhatikan nasib kami. Kami hanya menuntut hak, kewajiban membayar pajak sudah kami penuhi,” tegasnya.

Berita Terkini