SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi akhirnya angkat bicara soal MFF atau M. Faoz Fasa siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ciracap yang dipaksa keluar oleh pihak sekolah.
Menurut Disdik permasalahan ini muncul karena salah paham, dan menjamin tidak akan ada siswa yang dicabut hak pendidikan hanya karena permasalahan sepatu butut dan jas almamater.
“Kami sudah pelajari bahwa ada standar absensi ketat yang diterapkan di SMPN 1 Ciracap. MFF masuk kategori yang harus dievaluasi karena sudah 20 hari tidak masuk ke sekolah tanpa keterangan. Namun kebijakannya bukan mengeluarkan tapi evaluasi, di sini miss komunikasinya terjadi,†jelas Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdik, Nandang Suparman kepada sukabumiupdate.com, Kamis (23/2).
Nandang menegaskan, pihak sekolah masih berupaya meminta konfirmasi dari MFF dan orang tuanya. “Menurut pihak sekolah sudah beberapa kali dipanggil ke sekolah untuk mencari solusi dari masalah tersebut tapi tidak pernah datang. Jadi memang tidak ada komunikasi yang baik antara sekolah, MFF dan orang tuanya,†lanjut Nandang.
BACA JUGA:
Bolos Karena Sepatu Robek Siswa SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi Dipaksa Mundur
Kepala SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi Bantah Paksa Siswa Mengundurkan Diri
Soal Siswa SMPN 1 Ciracap Dipaksa Keluar, FPKS Desak Komisi IV Panggil Disdik Kabupaten Sukabumi
Saat perwakilan sekolah datang ke rumah orang tua MFF, terjadi salah paham. Menurut Nandang perwakilan sekolah memang datang dalam rangka meminta komitmen orang tua dan MFF apakah akan tetap melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Ciracap.
“Nah di sini terjadi salah paham, orang tua menangkapkan pihak sekolah memaksa MFF keluar. Padahal tidak seperti itu, jika memang anak tersebut sudah tidak nyaman harusnya diungkapkan karena nantinya akan upayakan untuk tetap sekolah, di tempat yang diinginkannya. Di Kecamatan Cicarap kalau tidak salah ada delapan SMP,†lanjut Nandang.
Disdik dalam hal ini menjamin jika memang MFF sudah tidak nyaman, maka akan difasilitasi untuk pindah sekolah kemana pun, tentunya di wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Jika memang masih tetap ingin di SMPN 1 Ciracap silakan, tapi ada aturan standar absensi yang harus diikuti. Masalah kenapa MFF ini tidak mau sekolah yang belum clear. Apa benar hanya gara-gara sepatu butut dan jas almamater atau memang ada masalah lainnya,†tambahnya.
Nandang menegaskan akan mencari solusi terbaik khususnya bagi MFF dalam kasus ini. “Jadi kita akan perjuangkan hak belajar MFF ini,†tutup Nandang.
