SUKABUMIUPDATE.com - Pelaksanaan pembangunan jembatan darurat penghubung Kecamatan Ciambar dan Parungkuda yang hampir tuntas, ambruk pada Rabu (22/2) petang, sekira pukul,18,50 WIB.
Dendi Syaftari, Staf Adminstrasi CV Sriwijaya kepada sukabumiupdate.com menjelaskan, pelaksanaan proyek jembatan tanggap darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi tersebut, menelan anggaran sebesar Rp314.000.000, pekerjaan dilaksanakan mulai 25 januari 2017 dengan target pelaksanaan 45 hari kerja. "Sampai hari ini pelaksanaan baru 30 hari kerja, sehingga masih tersisa 15 hari kerja," Kamis (23/2) pagi, pukul 09,30 WIB.
Menurut Dendi, ambruknya jembatan ini disebabkan banyaknya sampah bambu yang menghalangi aliran air. "Bambu-bambu tersebut nyangkut ke kawat bronjong, sehingga bronjong menjadi bergeser," tambahnya.
BACA JUGA:
BPBD Kabupaten Sukabumi Ragu Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda Ambruk Akibat Tergerus Air
Rp280 atau Rp300 Juta, Biaya Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Tanpa Papan Proyek, Pembangunan Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda, Kabupaten Sukabumi
Ditambahkannya lebih jauh, berat rangka besi dan balok seberat delapan ton dan bantalan di bawah menggunakan batu bronjong, sehingga tidak mampu menahan beban, di tambah tekanan aliran air deras sehingga mengakibatkan ambruk jembatan sementara.
Menjawab pertanyaan terkait ketiadaan papan proyek, Dendi menjawab, alasannya karena proyek tanggap darurat tersebut, dibiayai BPBD. "Anggaran untuk jembatan Rp314.000.000, dipotong pajak PPN sepuluh persen, PPH dua persen, sehingga tidak menggunakan papan proyek. Dasarnya ya karena dari proyek tanggap darurat bencana. Kalau pakai papan proyek harus melalui surat perintah kerja (SPK)," pungkasnya.
