SUKABUMIUPDATE.com - Pasca ambruknya pembangunan jembatan darurat penghubung Kecamatan Ciambar-Parungkuda, Rabu (22/2) petang, menuai persoalan baru.
Eka Widiaman, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kepada sukabumiupdate.com, mengatakan, menyesalkan pekerjaan yang seharus selesai dalam dua hari ke depan malah ambruk lagi.Â
"Sebetulnya apakah karena batu bronjong tergerus derasnya aliran air kali tersebut, atau pengerjaannya keluar dari kajian tekhnis. Namun belum bisa di simpulkan, karena Kamis pagi akan di rapatkan oleh Sekretris Daerah dengan Dinas Pekerjaan Umum, BPBD dan pihak CV Sriwijaya, hanya sebagai pelaksana proyek jembatan sementara," ujar Eka, Kamis (23/2) dini hari, sekira pukul 01.10 WIB.
BACA JUGA:
Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda Kabupaten Sukabumi Ambruk, Tukang Ojek Curhat
Rp280 atau Rp300 Juta, Biaya Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Tanpa Papan Proyek, Pembangunan Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda, Kabupaten Sukabumi
Ditambahkan Eka, ia harus menyampaikan pertanggungjawaban kepada Bupati Sukabumi, terkait ambruknya jembatan ini, karena BPBD-lah yang mengeluarkan anggaran tanggap bencana untuk membangun jembatan darurat tersebut kepada pihak ketiga, yakni CV Sriwijaya sebagai pelaksana pekerjaan.Â
"Untuk pengelola secara teknis, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga sebagai leading sector-nya," tambahnya.
Dijelaskan Eka lebih jauh, Kamis pagi, Wakil Bupati Adjo Sarjono, Sekretaris Daerah Iyos Somantri, dan Tim Kajian Tekhnis dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, akan turun ke lokasi jembatan darurat yang ambruk tersebut, serta akan memanggil pihak ketiga.
