Bolos Karena Sepatu Robek Siswa SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi Dipaksa Mundur

[object Object]
Selasa 21 Feb 2017, 08:22 WIB
Bolos Karena Sepatu Robek Siswa SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi Dipaksa Mundur

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ciracap, Kabupaten Sukabumi, diduga telah melakukan pemaksaan pengunduran diri terhadap salah seorang siswanya.

Pemaksaan itu dilakukan dengan cara membawa surat pengunduran diri bermaterai kepada orang tua siswa untuk ditandatangani. Alasannya, anak didik tersebut sudah 20 hari tidak masuk kelas.

Dudum (45), orang tua siswa berinisial MFF, kepada sukabumiupdate.com, Selasa (21/2), menyayangkan sikap pihak sekolah yang memaksa anaknya mengundurkan diri.

“Ada Bahasa dari salah satu pendidik yang datang pada hari Jumat kemarin ke rumah, mengatakan bahwa percuma tidak ditandatangani, karena sekolah sudah tidak mau menerima MFF lagi,” terang Dudum yang tinggal di Kampung Cadasngampar, RT 14/04, Desa/Kecamatan Ciracap itu.

Alasan pihak sekolah meminta pengunduran diri MFF, karena siswa kelas VIII, tidak pernah masuk dan lebih memilih nongkrong di warung pada saat jam mata pelajaran berjalan.

“Waktu itu memang pernah saya diundang pihak sekolah terkait persoalan anak saya sering tidak masuk sekolah, mereka menganjurkan anak saya pindah sekolah,” kata dia.

Padahal, kata Dudum, anaknya masuk ke sekolah tersebut melalui jalur prestasi bola voli. Apalagi, tambah dia, dari sisi administrasi, tidak ada masalah. Pasalnya, iuran kelas VII sebesar Rp700 ribu sudah dilunasi. “Bahkan saat kelas VII anak saya dapat beasiswa,” tandasnya.

Dudum yang juga ketua RT ini menjelaskan, persoalan anaknya tidak masuk ke sekolah karena baju almamaternya basah dan sepatunya robek. “Soal sepatu memang belum kebeli. Saya hanya buruh tani garapan tani. Jadi belum bisa langsung membeli kebutuhan anak,” ungkap dia.

Sementara MFF mengaku masih ingin bersekolah. Ia malu masuk sekolah karena telah tersiar kabar bahwa dirinya sudah mengundurkan diri dari SMPN 1 Ciracap.

Sementara Hayati, ibu MFF menjelaskan, saat dirinya mendatangi pihak sekolah, tidak mendapatkan penjelasan rinci. “Percuma. Tidak akan diterima lagi di sekolah ini,” kata Hayati menirukan uingkapan salah seorang pendidik di SMPN 1 Ciracap.

Hingga kini, pihak SMPN 1 Ciracap, belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. 

Berita Terkini