Shin Tae Yong Buka Suara soal Desakan Pengurangan Poin Persija Usai Bus Persib U-18 Diserang

Shin Tae Yong Buka Suara soal Desakan Pengurangan Poin Persija Usai Bus Persib U-18 Diserang

Shin Tae Yong angkat suara mengenai pelemparan bus Persib U-18 (Sumber: web/persija.id)

SUKABUMIUPDATE.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae Yong, memberikan keterangan setelah adanya desakan untuk tim Macan Kemayoran yang rumornya akan dihukum pengurangan poin buntut penyerangan bus Persib Bandung U-18 oleh oknum pendukung.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengatakan jika hal tersebut perlu dipertimbangakan kembali dan perlu dibedakan antara perilaku individu dan pendukung, secara kejadian tersebut terjadi di luar stadion. 

Baca Juga: Persija Jakarta Hajar PSIM 4-0, Macan Kemayoran Naik ke Puncak Klasemen Super League

Insiden penyerangan terhadap bus Persib U-18 terjadi di rest area Tol Batang-Semarang KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Bus yang mengangkut rombongan tim muda Maung Bandung tersebut diserang oleh sejumlah suporter Persija, The Jakmania, yang tengah dalam perjalanan pulang setelah mendukung tim kesayangannya menghadapi PSIM Yogyakarta.

Pertandingan Persija melawan PSIM berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) dalam lanjutan Super League 2026/2027. Di sisi lain, Persib U-18 berada di Solo, Jawa Tengah, setelah menjalani pertandingan Grup B Elite Pro Academy (EPA) One U-18 melawan Garuda United pada 10–11 Oktober 2026.

Peristiwa tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Sejumlah desakan muncul agar Persija mendapat sanksi tegas, bahkan hingga pengurangan poin. Namun, Shin menilai klub tidak dapat sepenuhnya bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan oleh suporternya.

Baca Juga: Persija Jakarta Hajar PSIM 4-0, Macan Kemayoran Naik ke Puncak Klasemen Super League

“Bagian yang harus dipertanggungjawabkan klub memang harus dipertanggungjawabkan, tetapi saya pikir klub tidak bisa mengendalikan semua sampai hal-hal seperti ini. Bagaimana klub, ya, masalah seperti itu terjadi di tempat istirahat, bagaimana orang-orang dari klub bisa mengikuti mereka satu per satu dan mencegahnya?,” kata Shin dilansir dari suara.com. 

Ia juga mempertanyakan sejauh mana klub bisa mengawasi perilaku seluruh pendukung, terlebih ketika insiden terjadi di rest area saat perjalanan dan berada jauh dari lingkungan stadion. Shin Tae Yong turut menanggapi tuntutan agar Persija Jakarta dikenai sanksi berupa pengurangan poin akibat insiden penyerangan bus Persib U-18. 

Baca Juga: Gabung Persija Jakarta, Ini Target Marselino Ferdinan di Super League 2026/2027

Ia menilai hukuman seharusnya diberikan kepada individu yang terbukti terlibat langsung dalam aksi tersebut, bukan semata-mata kepada klub. Menurutnya, para pelaku perlu ditangkap dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tegas tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah insiden serupa kembali terjadi pada masa mendatang.

“Itu sebenarnya bukan sesuatu yang harus dikatakan sebagai kesalahan klub, tetapi orang-orang seperti itu harus ditangkap dan pihak penyidik harus menghukum mereka dengan keras, barulah ke depannya masalah seperti itu tidak ada,” tambahnya. 

Sumber: suara.com

Berita Terkini