TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad, Peringatan Besar Setiap 12 Rabiul Awal

Kamis 6 Okt 2022, 18:30 WIB

Ternyata kebiasaan merayakan atau memperingati hari lahir Nabi Muhammad sudah ada sejak ribuan tahun lalu oleh bangsa Arab. Tepatnya, umat muslim telah melakukan Maulid Nabi sejak tahun kedua hijriah. 

Catatan sejarah itu merujuk pada buku Sejarah Maulid Nabi (2015) karya Ahmad Tsauri dari Nuruddin Ali dalam kitabnya Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa. 

Tidak hanya itu, dalam catatan tersebut juga menjelaskan jika seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan seorang ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke kota Madinah lalu memerintahkan agar para penduduk mengadakan perayaan kelahiran dari Nabi Muhammad di Masjid Nabawi. 

Dari Madinah, Khaizuran juga telah singgah di kota Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada para penduduknya untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

Jika di Madinah perayaan Maulid Nabi akan bertempat di masjid, Khaizuran memerintahkan kepada para penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di dalam rumah mereka masing-masing. 

Seperti yang dijelaskan dalam buku tersebut, Khaizuran disebutkan sebagai sosok yang sangat berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah. 

Di antaranya yaitu pada masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas (suami), Khalifah al-Hadi dan juga Khalifah al-Rasyid (putra). 

Akibat dari pengaruh yang begitu besarnya tersebut, Khaizuran mampu menggerakkan semua masyarakat Muslim di Arab. 

Hal tersebut dilakukan semata agar teladan, ajaran, serta kepemimpinan mulia Nabi Muhammad dapat terus menginspirasi dan diteruskan oleh warga Arab dan juga umat Islam pada umumnya. 

photoMaulid Nabi Muhammad SAW - (Freepik.com)</span


Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x