Ngeri, Dengar Pengakuan Pelaku Tawuran Pelajar di Sukabumi Ini

Minggu 22 Jan 2017, 12:02 WIB
Ngeri, Dengar Pengakuan Pelaku Tawuran Pelajar di Sukabumi Ini

SUKABUMIUPDATE.com - Mungkin sama dengan daerah lainnya di Indonesia, tawuran pelajar di Sukabumi baik kota maupun kabupaten seolah sulit dihentikan. Para pelajar terus saling serang antarkelompok pelajar yang dianggap musuh.

Segala upaya dilakukan oleh pemerintah, khususnya di daerah, mulai dari memberikan sanksi tegas hingga pembentukan Satuan Tugas Pencegah Tawuran Pelajar. Namun upaya ini tetap sulit dilihat keberhasilannya, karena tawuran tetap saja terjadi.

Di Sukabumi, khususnya kota, para pelajar punya jadwal khususnya untuk menggelar tawuran yaitu setiap Sabtu. Lokasinya pun sudah dipilih berdasarkan kesepakatan di antara mereka, atau kebiasaan nongkrong para pelajar ini.

sukabumiupdate.com, berkesempatan berbicara panjang lebar dengan seorang pelajar menengah atas di Sukabumi, namanya diisialnya menjadi MLF (17) tinggal di Kota Sukabumi. Menurut MLF setidaknya ada lebih lima lokasi tawuran rutin yang sering digelar ia dan rekan-rekannya, yaitu Lapang Merdeka, sekitar Stasiun Kereta KA Kota Sukabumi, Terminal Lembursitu, Perempatan Degung, Alun-alun Cisaat, Cibadak hingga Parungkuda, dan Cicurug.

“Kami biasanya janjian lokasi tawuran lewat Facebook,” jelas MLF, Sabtu (19/1).

BACA JUGA:

Tawuran di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Empat Pelajar Ditangkap

Puluhan Siswa SMP Asal Bogor Mau Tawuran di Sukabumi?

Hendak Tawuran, Oknum Pelajar SMPN 3 Cibadak Bawa Jimat Kebal

Selain menggunakan media sosial, tawuran juga dilakukan dengan menyisir lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul kelompok pelajar lain. Alasan tawuran pun sangat tidak jelas. “Kami sudah musuhan dari lama dengan sekolah itu (menyebut salah satu nama sekolah-red), jadi kalau ketemu langsung perang,” tuturnya.

Peran alumni sangat besar melestarikan permusuhan antar sekolah ini. MLF pun mengakui jika diawal-awal tahun menjadi siswa baru, ia mengikuti ajakan senior untuk tawuran dan bermusuhan dengan pelajar sekolah lain.

“Kami juga tidak tahu, senior tawuran kami ikut dan sekarang kami yang tawuran,” ucap MLF ringan.

Ternyata tawuran pelajar ini memiliki target-target yang sebenarnya tidak ingin membunuh atau mencedrai lawan. “Kalau yang sampai mati kayak di Cibadak atau di mana, itu kelewatan. Tawuran ini saling serang tes mental, yang mundur artinya kalah,” pungkasnya.

Dengan tawuran dirinya mengaku ada kepuasan saat lawan di pukul mundur atau ada yang menjadi korban. "Ada kepuasan tersendiri saat tawuran, kalau ada yang kena pukulan atau sabetan itu sudah risiko kami" pungkasnya.

Editor :
Berita Terkini